Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Bedah Berita MINA] Derita Nakbah yang Terus Dirasakan Rakyat Palestina

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09 WIB

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09 WIB

25 Views ㅤ

Mudalala Akel, 86, telah hidup sebagai pengungsi di Gaza sejak keluarganya terpaksa meninggalkan rumah mereka (Wissam Nassar/MaanImages)

Jakarta, MINA – Acara Bedah Berita MINA (BBM) di Radio Silaturahim (Rasil) Jumat (15/5) malam ini akan hadir dengan tema “Derita Nakbah yang Terus Dirasakan Rakyat Palestina,” bersama Ali Farkhan Tsani dan Widi Kusnadi, jurnalis Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency).

Nakbah yang terjadi pada 1948 bukan sekadar catatan sejarah bagi rakyat Palestina, melainkan luka panjang yang terus menganga hingga hari ini.

Ratusan ribu warga Palestina kala itu dipaksa meninggalkan kampung halaman mereka akibat serangan kelompok Zionis bersenjata dan pendirian negara Israel di atas tanah Palestina. Rumah-rumah dihancurkan, desa-desa dihapus dari peta, dan keluarga-keluarga tercerai-berai tanpa kepastian untuk kembali.

Sejak saat itu, jutaan rakyat Palestina hidup sebagai pengungsi di tanah sendiri maupun di berbagai negara tetangga.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Hingga kini, rakyat Palestina masih menghadapi penjajahan, blokade, pengusiran paksa, serta serangan militer yang terus berulang, terutama di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Anak-anak tumbuh di tengah suara ledakan dan reruntuhan bangunan, sementara para orang tua hidup dalam kecemasan kehilangan keluarga mereka setiap saat. Banyak warga Palestina harus bertahan tanpa listrik, air bersih, layanan kesehatan memadai, dan akses pangan yang cukup akibat blokade berkepanjangan.

Ribuan anak kehilangan orang tua, sekolah-sekolah hancur, rumah sakit lumpuh, dan kamp-kamp pengungsian penuh sesak oleh warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bagi rakyat Palestina, Nakbah bukan peristiwa masa lalu, tetapi tragedi yang terus hidup dalam keseharian mereka. Tangisan para ibu di Gaza, pengungsian yang tak berkesudahan, dan hilangnya generasi demi generasi menjadi bukti bahwa luka Palestina belum pernah benar-benar sembuh.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Bahkan, banyak warga Palestina menilai penderitaan yang mereka alami hari ini jauh lebih berat dan lebih kejam dibandingkan masa-masa awal Nakbah, karena berlangsung di hadapan dunia yang menyaksikan, tetapi belum mampu menghentikannya.

BBM ini akan disiarkan langsung di Rasil 720 AM dan akan disiarkan ke beberapa radio di daerah, seperti di Batam, Palembang, Yogyakarta, Sukabumi, Banyuwangi, Pontianak dan lainnya.

Pendengar juga dapat mendengarkan secara online melalui live streaming radio silaturahim.com.

Pendengar setia Rasil yang ingin berinteraksi dengan nara sumber dapat menghubungi host Rasil di nomor WhatsApp 08111999720. []

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda