Brussel, MINA – Belgia pada Jumat (10/4) mengatakan bahwa kekerasan terhadap warga Palestina “tidak dapat diterima” dan mendesak penjajah Israel untuk menghentikan kebijakan permukiman ilegal, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Maxime Prevot mengatakan di X bahwa gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, bersama dengan laporan bahwa Israel telah setuju untuk membuka negosiasi dengan Lebanon menuju penghentian permusuhan, adalah “kabar baik” bagi Timur Tengah. Anadolu melaporkan.
Namun, ia menyuarakan keprihatinan atas keputusan Israel baru-baru ini, termasuk pengumuman 34 pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki dan apa yang ia gambarkan sebagai langkah-langkah yang merusak status quo di situs-situs suci Yerusalem.
“Saya ngeri melihat warga Palestina terluka atau terbunuh oleh geng pemukim. Ini tidak dapat diterima. Saya menyerukan kepada otoritas Israel untuk mengakhiri kebijakan pemukiman mereka, yang jelas melanggar hukum internasional, dan untuk mengakhiri kekerasan ini dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan,” tulisnya.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Prevot menegaskan kembali dukungannya terhadap perwalian Hashemite atas situs-situs suci di Yerusalem, menekankan bahwa status quo yang ada harus dihormati.
Ekspansi pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, telah meningkat sejak pemerintahan Netanyahu menjabat pada akhir tahun 2022.
Komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sebagai wilayah Palestina yang diduduki dan menganggap aktivitas pemukiman Israel di sana sebagai ilegal menurut hukum internasional.
Sekitar 750.000 pendudukan Israel tinggal di 141 pemukiman dan 224 pos terdepan di seluruh Tepi Barat, termasuk 250.000 di 15 pemukiman di Yerusalem Timur.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan dan pendudukan Israel telah mengintensifkan operasi di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, yang melibatkan penangkapan, pembunuhan, penghancuran properti, dan pengusiran warga Palestina, di samping perluasan pemukiman yang berkelanjutan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic