Bidadari dari Kayangan Pemandu Relawan Menyalurkan Bantuan

Sosok bidadari memang selalu dinanti, khususnya oleh kaum lelaki. Keberadaannya selalu dicari ke mana pun ia pergi. Kehadirannya seperti air hujan yang membasahi bumi. Ia menyirami bumi dengan cinta dan kasih sayang  untuk manusia yang disayang.

Begitulah kata-kata yang pantas untuk ditasbihkan kepada sosok wanita berparas cantik. Sosok yang senantiasa menebarkan kebaikan kepada manusia di sekitarnya. Ya, wanita itu bernama Rina Hamdiyani. Seorang bidan yang sudah dua tahun lamanya mengabdi, menebar kebaikan dengan kemuliaan budi.

Rina lahir dan dibesarkan oleh kedua orangtuanya di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Saat ini, ia mengabdikan diri di puskesmas Kecamatan Kayangan. Oleh karenanya, tidak berlebihan rasanya jika saya memberi gelar kepada sosok Rina Hamdiyani sebagai “Bidadari dari Kayangan”.

Setelah menuntaskan pendidikan kebidanan di Universitas Ahmad Yani, Yogyakarta pada 2015 silam, wanita dengan tinggi semampai itu segera memantabkan diri untuk mengabdi. Rina bertekad, ilmu yang telah ia pelajari harus memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Ketika musibah gempa datang saat petang menjelang merobohkan hampir semua bangunan yang berdiri dan meluluhlantakkan semua yang ada di permukaan bumi, ktika masyarakat mengalami kepanikan dan trauma tak bertepi,  Rina segera menghubungi kolega, kenalan dan teman-temannya di Jawa, kiranya dapat membantu meringankan beban yang diderita para tetangga di sekitarnya.

Melihat penderitaan yang dialami para tetangga, Rina tergerak untuk mencari bantuan. Segenap kemampuan ia kerahkan. Menghubungi tim kesehatan, memastikan kedatangan mereka dan mengatur pemberian bantuan yang sudah ada.

Begitu tim medis MER-C tiba, segera ia antarkan ke desanya untuk melakukan pengobatan. Itu adalah kali pertama bagi warganya di Desa Salut dalam mendapatkan pengobatan dari tim medis pascagempa melanda.

Bagi warga Salut, keberadaan tim medis MER-C terasa sangat berguna. Warga dari delapan dusun berdondong-bondong menuju posko kesehatan untuk mendapatkan perawatan. Beberapa orang harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

Warga desa tentu sangat berterima kasih kepada Rina. Selain ilmu dan keahliannya yang sangat berguna, keberadaannya di puskesmas Kayangan dapat membantu mengarahkan tim medis untuk dapat melakukan pelayanan kesehatan bagi warga yang memang membutuhkan.

Sungguh beruntung warga Desa Salut memiliki bunga desa nan cerdas lagi jelita seperti Rina. Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan, kekuatan dan kesempatan bagi Rina untuk terus meningkatkan keahlian agar dapat semakin membari manfaat bagi masyaratat.

Bagi warga Kecamatan Kayangan yang wilayahnya mengalami kerusakan paling parah akibat gempa, semoga Allah beri kesabaran, ketabahan dan kekuatan untuk kembali bangkit dari rasa sakit, kembali giat dalam bekerja dan bersemangat dalam beribadah.

Percayalah kepada janji dan firman-Nya bahwa setelah adanya kesulitan, pasti Allah akan mendatangkan banyak kemudahan.  Bukankah derita kita menjadi penggugur dosa, kesulitan itu meringankan siksa. Allah bersama orang-orang yang bersabar.

Dan sungguh kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa  dan buah-buahan.  Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar. Yaitu mereka yang ketika mendapat musibah ia mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun “sesungguhnya semua datang dari Allah dan semua akan kembali kepada Allah. (A/P2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)