Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Selatan Jawa dan Nusa Tenggara

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 22 September 2026 - 17:15 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 17:15 WIB

29 Views ㅤ

Ilustrasi glombang tinggi. (Foto. MINA)

Jakarta, MINA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia pada 22–25 September 2026.

Berdasarkan informasi peringatan dini BMKG, gelombang kategori tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk perairan selatan Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Di Jawa Tengah, gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter diprakirakan terjadi di Perairan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

Sementara di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kondisi serupa berpotensi terjadi di Perairan Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

Potensi gelombang lebih tinggi terdapat di sejumlah perairan Jawa Timur. BMKG mencatat gelombang 2,5–4 meter berpeluang terjadi di Perairan Tulungagung, Blitar, Malang, Trenggalek, dan Pacitan. Angin di wilayah perairan Jawa Timur secara umum bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 5–27 knot.

Di Bali, gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan. Sementara di Nusa Tenggara Barat, kondisi serupa diprakirakan terjadi di Selat Alas bagian selatan dan Perairan Selatan Pulau Sumbawa.

Untuk Nusa Tenggara Timur, BMKG mencatat gelombang tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba. Sejumlah perairan lainnya di wilayah tersebut berada pada kategori sedang dengan tinggi gelombang 1,25–2,5 meter. Kecepatan angin di NTT dapat mencapai 27 knot di sejumlah wilayah perairan.

BMKG mengingatkan kondisi angin dan gelombang tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut. Nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas.

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Untuk perahu nelayan, kewaspadaan perlu ditingkatkan ketika kecepatan angin mencapai lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter. Kapal tongkang perlu memperhatikan kondisi saat angin melampaui 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.

Sementara kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin melebihi 21 knot dengan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Adapun kapal berukuran besar, seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu memperhatikan kondisi ketika angin melampaui 27 knot dan gelombang lebih dari 4 meter.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi cuaca dan peringatan dini resmi sebelum melakukan pelayaran. Kewaspadaan diperlukan terutama ketika kondisi angin dan gelombang mengalami peningkatan secara signifikan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026

Rekomendasi untuk Anda