Jakarta, MINA— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Penambahan data korban tersebut tercatat hingga Jumat (16/1), dengan jumlah korban meninggal dunia di Provinsi Aceh bertambah sebanyak delapan orang. Dengan demikian, total keseluruhan korban jiwa akibat rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut kini mencapai 1.198 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa pembaruan data ini diperoleh dari hasil pendataan terbaru di lapangan. Ia menegaskan bahwa Aceh menjadi provinsi dengan penambahan korban meninggal dunia dalam laporan terbaru tersebut.
“Adapun penambahan korban meninggal dunia ada di Provinsi Aceh sebanyak delapan orang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers yang disampaikan pada Sabtu (17/1).
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur relawan untuk melakukan penanganan darurat, evakuasi warga terdampak, dan pendataan lanjutan. Selain korban jiwa, bencana banjir dan tanah longsor juga menyebabkan ribuan warga mengungsi serta merusak infrastruktur dan fasilitas umum di wilayah terdampak.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di sejumlah daerah. BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sistem peringatan dini guna meminimalkan risiko dan dampak bencana ke depan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic