Gaza, MINA — Dewan perdamaian usulan Presiden Amerika Serikat, Board of Peace (BoP), menegaskan tidak akan bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam rencana penanganan Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya pada Ahad (27/9), Board of Peace mengatakan kebijakannya terhadap UNRWA tidak berubah.
Lembaga tersebut menyatakan akan bekerja dengan pihak yang disebutnya sebagai “mitra tepercaya” untuk menyediakan layanan dan program bagi masyarakat Gaza.
Board of Peace mengatakan mitra yang dipilih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penduduk Gaza sekaligus mendukung stabilitas dan pembangunan ekonomi jangka panjang.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Menurut pernyataan tersebut, UNRWA dinilai tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Board of Peace bagi organisasi yang akan terlibat dalam kerangka kerja untuk Gaza.
Board of Peace juga mengatakan kebijakannya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan jangka panjang terhadap bantuan kemanusiaan dan mengembangkan model pembangunan yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat Gaza.
Kerangka ekonomi yang dirancang, menurut Board of Peace, akan berfokus pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kondisi kehidupan serta pembangunan fondasi bagi stabilitas dan pembangunan jangka panjang.
Pernyataan itu juga menyebut pembentukan lingkungan yang “bebas dari ekstremisme” sebagai salah satu tujuan yang diharapkan didukung oleh organisasi yang terlibat dalam program tersebut.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
UNRWA selama puluhan tahun menjadi salah satu penyedia utama bantuan kemanusiaan, pendidikan dan layanan kesehatan bagi pengungsi Palestina di Jalur Gaza.
Zionis Israel sebelumnya menuduh sejumlah pegawai UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Tuduhan tersebut mendorong sejumlah negara menghentikan sementara pendanaan kepada badan PBB itu.
UNRWA sendiri membantah tuduhan yang lebih luas mengenai keterkaitan institusional dengan kelompok bersenjata dan menegaskan pentingnya penyelidikan terhadap tuduhan individual.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Di tengah situasi tersebut, peran UNRWA di Gaza tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai masa depan wilayah tersebut.
Badan PBB itu sebelumnya menyatakan bahwa jutaan warga Palestina bergantung pada layanan yang disediakannya di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon dan Suriah.
Perdebatan mengenai masa depan Gaza juga berlangsung ketika kebutuhan kemanusiaan di wilayah tersebut masih sangat besar.
PBB dan berbagai lembaga kemanusiaan terus menyerukan akses bantuan yang aman dan tidak terhambat bagi warga sipil.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Sementara itu, Board of Peace menyatakan pendekatan ekonominya ditujukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kemandirian masyarakat Gaza, bukan mempertahankan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan.
Jika 80 persen kebutuhan dasar masyarakat masih bergantung pada bantuan eksternal, pembangunan ekonomi jangka panjang dinilai membutuhkan perubahan mendasar dalam sistem pelayanan dan kesempatan kerja.
Namun, angka tersebut perlu dibuktikan berdasarkan data terbaru dan tidak disebutkan dalam pernyataan Board of Peace.[]
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic