Bus Pengangkut Pemilih Muslim Ditembaki di Sri Lanka

Kolombo, MINA – Sejumlah pria bersenjata menembaki bus-bus yang membawa pemilih Muslim minoritas di Sri Lanka barat laut, kata polisi, ketika seorang pejabat pemilu mengakui kegagalan untuk melindungi masyarakat yang rentan menjelang pemilu presiden.

Tidak ada laporan segera mengenai korban dari serangan pada Sabtu (16/11) tersebut. Tetapi seorang pejabat polisi mengatakan para penyerang membakar ban di jalan dan membuat penghalang untuk menyergap konvoi lebih dari 100 kendaraan.

“Para pria bersenjata melepaskan tembakan dan juga melempari batu,” kata seorang pejabat polisi di Tantirimale, 240 km utara ibu kota Kolombo. “Setidaknya dua bus terkena tembakan, tetapi kami tidak memiliki laporan korban,” tambahnya seperti dilansir The Guardian.

Muslim dari kota pantai Puttalam sedang melakukan perjalanan ke distrik tetangga Mannar, tempat mereka terdaftar untuk memilih, kata pejabat itu menambahkan.

Ini adalah pemilihan presiden pertama sejak Minggu Paskah ketika ekstremis radikal melakukan beberapa serangan pengeboman, menewaskan 269 orang di gereja dan hotel.

Suara minoritas Tamil dan Muslim di Sri Lanka dipandang penting dan menentukan dalam perlombaan ketat antara kedua kandidat presiden yaitu menteri perumahan Sajith Premadasa dan Gotabaya Rajapaksa dari oposisi.

Salah satu dari tiga komisioner pemilu, Ratnajeevan Hoole, mengatakan pihak berwenang gagal memberikan perlindungan yang memadai bagi Muslim minoritas yang terlantar di bagian barat laut multietnis.

“Mereka (Muslim) meminta tempat pemungutan suara di daerah tempat mereka tinggal tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke desa asal mereka untuk memilih,” kata Hoole dalam sebuah pernyataan.

“Mereka yakin gangguan seperti ini akan terjadi,” katanya, seraya menambahkan bahwa permohonannya untuk perlindungan tidak dipertimbangkan oleh komisi pemilu, yang bekerja melalui keputusan mayoritas.

Bala bantuan polisi bergegas ke tempat seangan, membersihkan penghalang jalan dan mengawal konvoi sehingga penumpang dapat menyalurkan suara mereka. (T/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)