Dilanda Ketakutan, Umat Muslim Sri Lanka Meninggalkan Kota

Keluarga Musli Sri Lanka memadati bus untuk meninggalkan kota Negombo, Rabu, 24 April 2019. (Foto: Adam Dean/The New York Times)

Negombo, Sri Lanka, MINA – Ketika para pelayat menguburkan jenazah-jenazah jemaah Kristen yang terbunuh oleh serangan bom bunuh hari Ahad Paskah di Sri Lanka, warga Muslim pergi meninggalkan kota karena ketakutan mendapat serangan balasan.

Ratusan Muslim pergi keluar dari kota Negombo di pantai barat negara itu, tempat ketegangan komunal telah berkobar dalam beberapa hari terakhir, demikian Gulf News melaporkan.

Setidaknya 359 orang tewas dalam serangkaian ledakan terkoordinasi yang menargetkan sejumlah gereja dan hotel.

Para pemimpin Gereja percaya jumlah korban terakhir dari serangan terhadap Gereja St Sebastian di Negombo bisa mendekati 200 jiwa, membuat Negombo menjadi target paling mematikan dari enam serangan yang hampir bersamaan di beberapa kota, termasuk ibu kota negara, Kolombo.

Pada Rabu (24/4), ratusan Muslim Pakistan meninggalkan kota pelabuhan multietnis tersebut.

Mereka memadati bus-bus yang diorganisir oleh para pemimpin masyarakat dan polisi. Mereka pergi karena khawatir akan keselamatan mereka setelah ancaman balas dendam dari penduduk setempat.

“Karena ledakan bom dan ledakan yang terjadi di sini, orang-orang Sri Lanka setempat telah menyerang rumah-rumah kami,” kata Adnan Ali, seorang Muslim Pakistan. “Saat ini kita tidak tahu ke mana kita akan pergi.”

Farah Jameel, seorang Ahmadi Pakistan, mengatakan bahwa dia telah diusir dari rumah sewanya oleh pemiliknya.

“Saya tidak punya apa-apa sekarang,” katanya. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)