Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China Kecam Ancaman Sanksi AS terhadap Bank-Banknya atas Iran

Ali Farkhan Tsani - 15 detik yang lalu

15 detik yang lalu

0 Views

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun. (nz-china-embassy)

Beijing, MINA – China mengecam keras ancaman Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi sekunder terhadap dua bank China. Beijing menilai tindakan tersebut ilegal dan tidak memiliki otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

“China menentang sanksi sepihak ilegal tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin di Beijing. TRT World melaporkan, Kamis (16/4).

Pernyataan Guo disampaikan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang pada Rabu lalu mengungkapkan bahwa AS telah mengirimkan surat kepada dua bank China. Isi surat tersebut menyatakan, “Jika kami dapat membuktikan bahwa ada uang Iran yang mengalir melalui rekening Anda, maka kami bersedia untuk memberikan sanksi sekunder.”

Bessent juga mengklaim bahwa China sebelumnya membeli lebih dari 90 persen minyak Iran, yang memenuhi sekitar 8 persen kebutuhan energi China.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata 10 Hari Israel-Lebanon

“Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, jika uang Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersedia menerapkan sanksi sekunder,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa dengan adanya blokade AS di Selat Hormuz, “Akan ada jeda dalam pembelian China.”

Bessent juga menegaskan bahwa Washington tidak akan memperbarui keringanan yang selama ini memungkinkan pembelian sejumlah minyak Iran dan Rusia tanpa menghadapi sanksi AS.

Sebelumnya, AS memberlakukan blokade laut atas pelabuhan Iran menyusul pembicaraan langsung yang langka antara Washington dan Teheran di Pakistan pada akhir pekan lalu. Perundingan yang bertujuan mengakhiri konflik yang dimulai sejak 28 Februari itu gagal mencapai kesepakatan. []

Baca Juga: Israel Murka Sampul Majalah Italia Tampilkan Pemukim Bersenjata Intimidasi Perempuan Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda