SAAT ini kita akan memasuki bulan Dzulqa’dah 1446 H., setelah melewati bulan Syawwal. Bulan berikutnya adalah bulan Dzulhijjah, bulan pelaksanaan ibadah haji, shalat Idul Adha dan ibadah Qurban.
Bulan Dzulqa’dah sangat penting terutama untuk kita sebagai umat Islam meningkatkan perjuangan Islam, khususnya juang untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.
Berikut terkait hal tersebut, dalam artikel Khutbah Jumat berjudul “Terus Berjuang untuk Al-Aqsa di Bulan Dzulqa’dah”, yang disusun oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA, yang juga Duta Al-Quds Internasional.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلاَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Bulan-bulan Haram sebagai Momentum Perbaikan Personal dan Sosial
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ , وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ , اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنِ اتَبِعَهُ ,
مَا شَاءَ اللهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَاْ لَمْ يَكُنْ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ , اَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ عَزَّوَجَلَّ اُوْسِيْنيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَااللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ , كَمَا قَالَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ , أَعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَقَالَ وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيہَا ٱسۡمُهُ ۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآٮِٕفِينَۚ لَهُمۡ فِى ٱلدُّنۡيَا خِزۡىٌ۬ وَلَهُمۡ فِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬
Baca Juga: Khutbah Jumat: Pembukaan Kembali Masjidil Aqsa Tanda Kemenangan
Hadirin sidang Jumat yang Allah muliakan
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan rasa cinta dan memiliki terhadap Masjidil Aqsha yang diberkahi sekelilingnya.
Shalawat teriring salam, selalu kita sampaikan kepada baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap Masjidil Aqsha.
Selanjutnya, marilah kita pelihara dan tingkatkan taqwa kepada Allah Ta’ala sepanjang masa di segala situasi dan kondisi.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Bersegera Memenuhi Panggilan Allah dan Rasul-Nya
Sebagaimana Allah telah menyebutkan di dalam ayat-Nya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim (berserah diri kepada Allah)”. (QS Ali Imran/3: 102).
Juga firman-Nya:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Meraih Kesempurnaan Kebaikan di Bulan Syawal
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلاً۬ سَدِيدً۬ا (٧٠) يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَـٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا (٧١)
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (70) niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (71). (QS Al-Ahzab/33: 70-71).
Tentang takwa ini, disebutkan di dalam hadits:
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Baca Juga: Khutbah Jumat: Menolak Hukuman Mati Tahanan Palestina
Artinya : “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Dzarr Radhiyallahu ‘Anha).
Kaum Muslimin rahimakumullah
Kita bersyukur ke hadirat Allah bahwa kita akan berjumpa dengan bulan penuh kemuliaan. Setelah melewati bulan Syawal, kita akan memasuki bulan Dzulqa’dah, bulan yang istimewa, karena termasuk salah satu dari Bulan Haram (Asyhurul Hurum) bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Bulan Haram bukan sekadar nama. Ia adalah bulan yang diagungkan Allah, di mana pahala ketaatan dilipatgandakan, dosa kemaksiatan lebih berat, dan perdamaian dijunjung tinggi.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Menjaga Keistiqamahan Nilai-nilai Shaum Ramadhan
Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 36:
…..اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus….”
Rasulullah ﷺ pun merincikan dalam hadits Bukhari-Muslim:
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Puitis: Dari Puasa Ramadhan Menuju Keistiqamahan dalam Kehidupan
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi… tiga bulan berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab Mudhar di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.”
Larangan berperang di bulan-bulan tersebut bukan berarti kita lepas tanggung jawab. Justru ini adalah momen untuk meningkatkan kualitas jihad dengan cara-cara yang lebih luhur: jihad harta, jihad doa, jihad kesadaran, dan jihad persatuan.
Allah mengingatkan di dalam Surat Al-Baqarah ayat 217:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Hikmah Puasa untuk Kehidupan Pasca Ramadhan
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِۚ
“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah.”
Menghalangi orang dari masjid Allah jauh lebih besar dosanya daripada pertumpahan darah. Inilah yang terjadi hari ini di tanah suci ketiga umat Islam: Masjid Al-Aqsa.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Baca Juga: Khutbah Jumat: Menggapai Lailatul Qodar Dengan I’tikaf
Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 114:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut. Di dunia mereka mendapat kehinaan, dan di akhirat azab yang berat.”
Inilah realitas pahit yang kita saksikan, yaitu pemukim ekstrem Yahudi dengan brutal menghalangi jamaah masuk ke Masjidil Aqsa, menutup akses ke Masjidil Aqsa, pawai bendera provokatif, penggusuran, hingga rencana penghancuran masjid untuk diganti kuil Talmud. Bahkan Masjid Ibrahimi di Hebron pun sudah dinodai.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Ramadhan dan Persatuan Umat untuk Pembebasan Al-Aqsa
Namun, jangan pernah lupa: kehinaan yang Allah janjikan di dunia sudah mulai terlihat, yaitu kegagalan demi kegagalan menimpa penjajah, dan perlawanan rakyat Palestina justru semakin kuat dengan iman.
Saudara-Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Sejak zaman Rasulullah ﷺ, masjid adalah markas komando perjuangan di jalan Allah. Dari Masjid Nabawi, beliau menyampaikan risalah Islam, bermusyawarah, mengutus pasukan, mengatur strategi, dan membina generasi. Masjid Al-Azhar di Kairo melahirkan universitas tertua di dunia. Maka jangan heran jika musuh Islam selalu menargetkan masjid, karena dari sanalah kobaran semangat juang itu menyala.
Allah memuji orang-orang yang memakmurkan masjid:
إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Q.S. At-Taubah: 18).
Maka memakmurkan Masjidil Aqsa hari ini adalah kewajiban kolektif sepanjang masa.
Hadirin yang dicintai Allah,
Dalam sebuah hadits, Maimunah, pembantu Nabi ﷺ, bertanya tentang Baitul Maqdis. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ… فَأَهْدِينَ إِلَيْهِ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ، فَإِنَّ مَنْ أَهْدَى لَهُ كَانَ كَمَنْ صَلَّى فِيهِ
“(Baitul Maqdis) adalah tanah kebangkitan dan pengumpulan…. Maka kirimkanlah hadiah minyak untuk penerangannya, karena siapa yang memberikannya, seolah-olah ia shalat di dalamnya.” (H.R. Ahmad).
Marilah, saudara-saudaraku! “Minyak” hari ini bukan hanya minyak literal, tetapi juga harta untuk dukungan kemanusiaan, tulisan dan lisan untuk membela fakta., doa yang tak pernah putus, tekanan melalui boikot produk pro-Zionis, dan yang terpenting adlah persatuan umat Islam.
Jangan sampai kita berhenti apalagi berputus asa. Akan selalu ada pembela kebenaran.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ… حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ: بَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ
“Akan senantiasa ada segolongan umatku yang menang di atas kebenaran, mengalahkan musuh-musuh mereka… Mereka bertanya: Di mana mereka, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Di Baitul Maqdis dan sekitarnya.” (H.R. Ahmad).
Ini adalah janji Allah. Kelompok pembela Al-Aqsa akan terus ada, bahkan dari ribuan kilometer jauhnya, seperti kita di Indonesia. Maka jangan pernah merasa kecil. Kita adalah bagian dari thaifah manshurah (kelompok yang ditolong Allah) jika kita bersatu.
Persatuan adalah kunci kemenangan itu, sebagaimana Allah menegaskan dalam Surat Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
“Berpegangteguhlah kamu semua pada tali Allah seraya berjamaah, dan janganlah bercerai-berai.”
Mari kita tinggalkan perpecahan. Al-Aqsa adalah milik semua Muslim, bukan kelompok tertentu. Mari kita doakan, kita gerakkan harta dan suara kita, serta satukan barisan.
Hadirin rahimakumullah,
Begitulah, bulan Dzulqa’dah adalah momentum untuk membara kembali. Jangan biarkan Al-Aqsa sendiri. Mari kita jadikan setiap langkah kita, doa di malam hari, infak di siang hari, tulisan di media sosial, hingga kesadaran kolektif kita, sebagai minyak penerang bagi Masjid Suci ketiga itu.
Semoga Allah mempersatukan hati para pemimpin dan kaum Muslimin, serta segera membebaskan Al-Aqsa dari penjajahan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Mi’raj News Agency (MINA)















Mina Indonesia
Mina Arabic