Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Debut Bersejarah Al-Diriyah di Liga Pro Saudi Dirusak Al-Ahli

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:20 WIB

47 Views ㅤ

Pertandingan pembuka SPL antara Al-Ahli vs Al-Diriyah di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Kamis malam, 13 Agustus 2026. (Foto: X/@diriyahclub)

Riyadh, MINA – Debut bersejarah diriyah/">Al-Diriyah di Liga Pro Saudi (SPL) 2026/27 harus rusak oleh Al-Ahli yang menang tipis dalam laga pembukaan turnamen musim ini.

Musim Saudi Pro League 2026/27 dibuka dengan tayangan video yang menampilkan sejarah panjang Diriyah.

Klub yang didirikan pada tahun 1976 dan baru pertama kali promosi ke kasta tertinggi liga Kerajaan musim ini, mewakili lebih dari sekadar tim sepak bola. Nama mereka memiliki kaitan langsung dengan Negara Saudi Pertama yang terbentuk di Diriyah pada Februari 1727—sebuah peristiwa yang diperingati setiap tanggal 22 Februari sebagai Hari Pendirian Saudi (Saudi Founding Day).

Maka, tidak mengherankan jika para penggemar mereka hadir menyaksikan pertandingan perdana Saudi Pro League melawan Al-Ahli di Al-Awwal Park, Riyadh, dengan gaya khas mereka sendiri. Di saat pendukung tim SPL lainnya biasanya mengenakan atribut berwarna khas klub, para penggemar Diriyah seragam mengenakan thobe (jubah tradisional Arab) berwarna putih, dengan syal berwarna merah marun—warna khas tim—melingkar di leher mereka.

Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai

Mereka pun nyaris menciptakan gol pertamanya di SPL saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Al-Ahli lengah ketika Hussain Al-Qahtani berhasil merebut bola dari Ziyad Al-Johani dan mengirimkan umpan terobosan kepada Oscar Rodriguez yang langsung mengarah ke gawang. Namun, upaya Diriyah mencetak gol pertamanya di kasta tertinggi digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Abdulrahman Al-Sanbi, yang tampil menggantikan Edouard Mendy yang sedang cedera.

Kerentanan di lini tengah ini menjadi masalah nyata bagi Al-Ahli, yang tampak sebagai tim yang berbeda dibandingkan skuad yang dibangun oleh mantan pelatih kepala Matthias Jaissle—kini menangani Newcastle United—selama dua musim terakhir.

Alih-alih membongkar pertahanan lawan yang rapat dengan bola-bola lambung, Al-Raqi (Yang Elegan) justru memaksakan permainan melalui lini tengah, tetapi kesulitan menembus hadangan Al-Qahtani dan Idrissa Gueye.

Peluang terbaik Al-Ahli akhirnya tercipta melalui situasi transisi, saat Francisco Trincao menerima bola jauh di area pertahanan sendiri pada menit ke-25. Dia meliuk-liuk melewati lini tengah Diriyah dan mengirimkan bola kepada Galeno dalam sebuah serangan balik, sebelum bola akhirnya jatuh ke kaki Eduard Spertsyan yang menuntaskannya dengan sempurna dalam laga debutnya bersama Al-Ahli.

Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace

GOL! Skor 1-0 untuk keunggulan Al-Ahli.

Meski demikian, Diriyah tampak lebih berbahaya karena mereka lebih banyak menguasai bola. Tim promosi ini tidak menunjukkan rasa gentar, tetapi mereka akan menyesali peluang-peluang yang terbuang setelah sempat nyaris mencetak gol penyeimbang yang sebenarnya layak mereka dapatkan.

Dua peluang terbaik mereka tercipta menjelang akhir babak pertama. Tembakan Clayton Diandy dari dalam kotak penalti sempat diblok oleh Merih Demiral. Namun, bola muntah jatuh ke kaki Omar Colley yang menyia-nyiakan peluang emas karena sepakannya membentur tiang gawang.

Diriyah kembali merebut penguasaan bola lewat taktik high press. Namun, upaya jarak jauh Diandy hanya menyerempet jaring samping gawang.

Baca Juga: Megawati Hangestri Tanding Selasa Besok, GS Caltex dan Pink Spider Menang di Laga Pertama

Tempo permainan melambat bagi kedua tim di babak kedua. Diriyah tetap lebih banyak menguasai bola, tetapi tanpa intensitas serangan yang sama seperti di babak pertama. Frekuensi serangan ke dalam kotak penalti menurun drastis, dan terkadang skuad asuhan Bruno Lage tampak pasrah menerima kekalahan tipis dari juara bertahan AFC Champions League Elite tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Liverpool vs Arsenal: The Gunners Menang Bersejarah di Anfield dan Kokoh di Puncak

Rekomendasi untuk Anda