Bandung, MINA – Sebanyak 26 delegasi dari negara sahabat menghadiri rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026 yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/7).
Kehadiran para delegasi bersama duta besar, perwakilan kementerian, dan tokoh internasional menjadi momentum memperkuat kembali semangat solidaritas, kerja sama, dan diplomasi yang diwariskan Konferensi Asia Afrika.
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain mengatakan penyelenggaraan peringatan KAA tidak hanya mempererat hubungan persahabatan antarnegara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Menurutnya, Bandung sebagai kota jasa dan wisata memiliki peluang besar memperoleh manfaat dari penyelenggaraan agenda internasional secara berkelanjutan.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, peringatan KAA tahun ini menghadirkan sejumlah agenda baru, antara lain talkshow, pameran, dan forum khusus yang mengangkat isu Palestina.
Pada hari kedua, panitia menjadwalkan pidato perwakilan Palestina di hadapan mahasiswa dan para diplomat sebagai bentuk penguatan pesan kemerdekaan, perdamaian, dan solidaritas yang menjadi ruh Konferensi Asia Afrika.
Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan di Bandung pada 18–24 April 1955 dengan diikuti 29 negara dari Asia dan Afrika.
Pertemuan bersejarah tersebut melahirkan Dasasila Bandung, yang menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, penyelesaian sengketa secara damai, penolakan kolonialisme, serta penguatan kerja sama antarbangsa yang hingga kini masih menjadi salah satu fondasi diplomasi negara-negara berkembang.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Pemerintah Kota Bandung juga terus mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Upaya tersebut diharapkan semakin mengukuhkan posisi Bandung sebagai kota bersejarah yang melahirkan salah satu tonggak penting diplomasi Global South dan gerakan antikolonialisme pada abad ke-20.
Peringatan KAA 2026 menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang lahir dari Bandung lebih dari tujuh dekade lalu tetap relevan di tengah dinamika geopolitik dunia saat ini.
Di tengah berbagai konflik internasional, semangat Dasasila Bandung diharapkan terus menjadi inspirasi bagi negara-negara Asia dan Afrika dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, serta hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri. []
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic