Washington DC, MINA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Wakil Presiden JD Vance beserta delegasi AS akan tiba di Pakistan dalam hitungan jam untuk menggelar pembicaraan mengenai program nuklir Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan New York Post pada Senin (20/4).
Trump juga menyatakan kesediaannya untuk bertemu langsung dengan para pemimpin Iran jika kemajuan berarti dapat dicapai dalam negosiasi tersebut.
Dia juga melontarkan ancaman keras, jika tidak ada kesepakatan yang ditandatangani, maka ia akan “meledakkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.”
Ancaman ini semakin mempertegang suasana diplomatik yang sudah berlangsung intensif dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Sementara Iran hingga saat ini belum mengonfirmasi klaim tersebut. Teheran juga belum mengumumkan secara resmi keputusan untuk mengirim delegasi ke Islamabad.
Sumber-sumber diplomatik di Pakistan mengatakan, Teheran sebenarnya “bersedia untuk mengikuti putaran kedua.” Meski demikian, “belum ada keputusan final yang diambil mengenai hal itu,” ujar sumber tersebut.
Pakistan sebelumnya menjadi tuan rumah pertemuan langsung tingkat tinggi pertama antara AS dan Iran pada 11-12 April lalu. Pertemuan bersejarah itu merupakan komunikasi tatap muka pertama sejak kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 1979 pasca Revolusi Iran.
Sayangnya, putaran pertama pembicaraan tersebut berakhir tanpa menghasilkan terobosan berarti. Kini, dunia menanti apakah putaran kedua yang diklaim Trump akan segera digelar benar-benar terjadi, mengingat Iran sendiri masih belum memberikan konfirmasi resmi. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic