Gaza, MINA – Hampir setahun setelah kesepakatan gencatan senjata berlaku, sistem kesehatan Gaza masih berada di ambang keruntuhan akibat pembatasan yang terus berlangsung terhadap pasokan medis yang masuk, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Zaher al-Wahidi, Direktur Kantor nformasi K asementerian, memperingatkan pada Ahad (4/10) bahwa rumah sakit beroperasi dalam kondisi kekurangan terus-menerus. Mereka terpaksa menggunakan pasokan terbatas yang tersedia daripada mengikuti protokol perawatan standar. Wafa melaporkan.
Kekurangan pasokan sangat menghantam sektor medis kritis di seluruh Gaza. Angka resmi menunjukkan defisit 56 persen pada obat kesehatan ibu dan anak, 55 persen pada obat layanan kesehatan primer, dan 46 persen pada perawatan penyakit ginjal serta dialisis.
Kekurangan kritis juga memengaruhi pasokan bedah esensial. Ada defisit 39 persen pada item bedah umum dan 47 persen pada peralatan ortopedi. Kekurangan parah juga terjadi pada bahan tes laboratorium dasar, termasuk yang dibutuhkan untuk pemeriksaan darah lengkap.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Pejabat kesehatan juga memperingatkan bahwa hilangnya satu obat atau komponen saja dapat melumpuhkan seluruh rantai perawatan.
Dengan tim medis bekerja di bawah tekanan ekstrem, kekurangan item vital tersebut secara langsung merusak kemampuan dokter melakukan operasi penyelamat nyawa, diagnosis rutin, dan perawatan harian bagi puluhan ribu pasien.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic