Kopenhagen, MINA — Hubungan diplomatik antara Denmark dan Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah Katie Miller, istri dari Stephen Miller yang menjadi wakil kepala staf Gedung Putih dan penasihat akrab Presiden Donald Trump mengunggah sebuah gambar peta Greenland dalam warna bendera AS di platform media sosial X, disertai keterangan singkat “SOON”.
Unggahan ini memicu respons keras dari pihak Denmark yang menilai tindakan tersebut tidak menghormati kedaulatan wilayahnya. The SUN melaporkan, Senin (5/1).
Denmark menyatakan ketidaksetujuannya terhadap unggahan itu melalui akun resmi Dubes Denmark di Washington. Dalam pernyataannya, pihaknya menegaskan harapan agar sepenuhnya dihormati integritas teritorial Kerajaan Denmark, termasuk Greenland, yang merupakan wilayah otonom di bawah kedaulatan Denmark.
Pemerintah Denmark menilai peta yang menunjukkan Greenland dengan bendera AS sebagai suatu simbol yang provokatif dan “disrespectful” terhadap status wilayah tersebut, terutama di tengah terdengarnya pernyataan Presiden Trump sebelumnya tentang minat Amerika Serikat memperluas kendali atas Greenland karena alasan keamanan nasional.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Reaksi ini juga datang di tengah kekhawatiran yang lebih luas terkait pernyataan Washington sebelumnya mengenai ambisi geopolitik di kawasan Arktik. Denmark menekankan bahwa meskipun kedua negara adalah sekutu dalam NATO, hal itu tidak memberi hak kepada pihak manapun untuk meremehkan hak rakyat Greenland atau mencabut status otonominya.
Selain menyampaikan protes, Denmark juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerangka aliansi harus didasari oleh saling menghormati, bukan oleh isyarat atau unggahan media sosial yang memicu ketegangan baru di antara kedua negara.
Greenland, pulau terbesar di dunia yang berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark dengan status pemerintahan otonom, telah menjadi fokus geopolitik karena letaknya yang strategis di Arktik dan kekayaan mineralnya.
Ketegangan mengenai wilayah ini meningkat setelah Presiden Trump berkali-kali menyatakan minatnya terhadap Greenland, termasuk kemungkinan untuk “mengakuisisi” wilayah tersebut, yang juga sempat memicu protes dari Kopenhagen di masa lalu.[]
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic