Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joseph Kent Mundur, Tolak Perang terhadap Iran

Redaksi Editor : Arif R - Rabu, 18 Maret 2026 - 18:02 WIB

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:02 WIB

25 Views ㅤ

Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent

Kanada, MINA  — Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (17/3) setelah menyatakan penolakannya terhadap keterlibatan militer AS dalam perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Dalam surat pengunduran diri yang diunggah di platform media sosial X, Kent mengatakan ia tidak dapat mendukung konflik tersebut secara moral.

Ia menilai Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat dan menyebut perang yang terjadi saat ini dipicu oleh tekanan dari pihak luar.

Kent, seorang veteran militer yang pernah menjalani 11 kali penugasan tempur, juga menyinggung pengalaman pribadinya. Ia menyebut dirinya sebagai “Gold Star husband” setelah istrinya yang juga seorang prajurit gugur dalam perang sebelumnya.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Dalam surat tersebut, ia menegaskan tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dalam konflik yang menurutnya tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika dan tidak sebanding dengan pengorbanan nyawa.

Kent juga mengkritik sejumlah pejabat Israel dan tokoh media di Amerika Serikat. Ia menuduh mereka memberikan informasi yang menyesatkan kepada pemerintah dan membandingkan situasi saat ini dengan pengalaman perang sebelumnya.

Ia menyebut taktik yang sama pernah digunakan untuk mendorong AS terlibat dalam Perang Irak, yang menurutnya berakhir dengan konsekuensi besar bagi negara tersebut.

Dalam pesannya kepada Presiden Donald Trump, Kent mendesak agar kebijakan pemerintah diubah. Ia menyatakan presiden memiliki pilihan untuk mengubah arah kebijakan negara atau membiarkan situasi semakin memburuk. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda