New York, MINA – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Senin (1/6) menggelar pertemuan untuk membahas memburuknya situasi keamanan di Lebanon serta insiden serangan drone yang terjadi di Rumania.
Pertemuan tersebut digelar di Markas Besar PBB, New York, menyusul meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur. Al-Jazera melaporkan.
Pembahasan mengenai Lebanon diajukan oleh Prancis yang menilai operasi militer Israel di wilayah tersebut telah menciptakan situasi yang semakin mengkhawatirkan.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyerukan perhatian serius dari komunitas internasional terhadap perkembangan konflik yang terus meningkat dan berpotensi mengancam stabilitas kawasan. Rusia dilaporkan turut mendukung permintaan Prancis agar isu tersebut dibahas dalam forum Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pertemuan itu berlangsung ketika serangan Israel di Lebanon masih berlanjut meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah diberlakukan sejak April lalu dan kemudian diperpanjang.
Data Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan ribuan warga telah menjadi korban sejak eskalasi konflik kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangan udara terbaru di Lebanon selatan bahkan dilaporkan kembali menewaskan warga sipil dan melukai puluhan lainnya.
Selain Lebanon, DK PBB juga akan membahas insiden drone yang menghantam sebuah gedung apartemen di Rumania. Pemerintah Rumania menuding drone tersebut berasal dari Rusia dan menyebut insiden itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional.
Serangan tersebut menyebabkan ledakan, kebakaran, dan melukai sejumlah warga sipil, sekaligus memicu reaksi keras dari negara-negara anggota NATO dan Uni Eropa.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Moskow membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya dan meminta penyelidikan menyeluruh sebelum kesimpulan resmi ditetapkan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa dalam beberapa kasus sebelumnya terdapat drone yang berasal dari Ukraina dan memasuki wilayah negara-negara Eropa, sehingga menurutnya diperlukan verifikasi yang objektif terhadap setiap insiden yang terjadi.
Para pengamat menilai sidang DK PBB kali ini menjadi penting karena mempertemukan dua isu keamanan internasional yang berpotensi memperluas ketegangan lintas kawasan.
Selain membahas konflik Israel-Lebanon yang terus memanas, forum tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan langkah diplomatik guna mencegah meningkatnya risiko konfrontasi antara Rusia dan negara-negara Barat akibat berbagai insiden keamanan yang terjadi di kawasan Eropa.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic