Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen Terbaru Epstein Ungkap Wawancara Korban yang Tuduh Trump Lakukan Pelecehan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Maret 2026 - 08:54 WIB

Ahad, 8 Maret 2026 - 08:54 WIB

22 Views ㅤ

Pengungkapan dokumen terbaru Epstein (foto: Podcast. Apple)

Washington, MINA – Dokumen terbaru terkait kasus predator seksual Jeffrey Epstein kembali memunculkan tuduhan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah Departemen Kehakiman AS merilis catatan wawancara FBI dengan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual saat masih di bawah umur.

Catatan yang sebelumnya tidak dipublikasikan itu berisi rangkuman beberapa kali wawancara FBI dengan korban yang mengklaim dirinya pernah mengalami pelecehan oleh Epstein dan sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk Trump.

Wawancara tersebut dilakukan pada 2019 sebagai bagian dari penyelidikan federal terhadap jaringan eksploitasi seksual yang dijalankan Epstein. The Daily Beast melaporkan, Ahad (8/3).

Dalam keterangannya kepada penyidik, perempuan tersebut menuturkan bahwa ia direkrut melalui jaringan Epstein ketika masih remaja dan kemudian dibawa ke sejumlah pertemuan dengan orang-orang kaya dan berpengaruh.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Ia juga mengklaim pernah mengalami serangan seksual oleh Trump dalam salah satu pertemuan di sebuah gedung mewah pada dekade 1980-an.

Namun pihak Trump menolak keras tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar serta bermotif politik. Gedung Putih menyatakan tudingan itu telah lama beredar dan tidak pernah terbukti secara hukum, sehingga dianggap sebagai klaim yang tidak memiliki kredibilitas.

Kasus Epstein sendiri telah menjadi salah satu skandal seks terbesar di Amerika Serikat. Pengusaha kaya tersebut ditangkap pada 2019 atas tuduhan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur sebelum kemudian ditemukan tewas di dalam sel penjara New York pada tahun yang sama, memicu berbagai teori dan kontroversi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah AS merilis jutaan halaman dokumen terkait penyelidikan Epstein setelah tekanan publik dan Kongres agar arsip tersebut dibuka.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Dokumen-dokumen itu memuat berbagai kesaksian, catatan investigasi, serta nama sejumlah tokoh yang pernah berhubungan dengan Epstein, meski tidak semuanya terbukti terlibat dalam kejahatan yang dilakukan jaringan tersebut.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda