Dubes Hajriyanto: Potensi Besar Indonesia Dalam Industri Percetakan Buku Libanon

Tim Wartawan Kantor Berita MINA mengadakan wawancara eksklusif secara virtual dengan Dr. Hajriyanto Y Thohari Duta Besar Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Lebanon.

Sebelum diangkat menjadi Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari adalah Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia 2009-2014.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai anggota DPR RI selama empat periode (1997 – 1999, 1999 – 2004, dan 2004 – 2009). Sebagai anggota dewan, ia juga dikenal memiliki pernyataan yang kritis antara lain terkait perjalanan ke luar negeri anggota DPR RI.

Hajriyanto juga merupakan kader Muhammadiyah. Setelah menamatkan pendidikan pascasarjana di Jurusan Antropologi UI, Hajriyanto kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1993 – 1998.

Tim Kantor Berita MINA terdiri dari Pemimpin Umum Arif Rahman, Pemimpin Redaksi Ismet Rauf, Kepala Redaksi Bahasa Arab Rifa Berliana Arifin, Kepala Redaksi Bahasa Inggris Sajadi dan Wartawan internasional Astuti.

Dalam wawancara Ambassador Talks bertajuk “Masa Depan Lebanon Paska Ledakan Besar” yang digelar pada Jumat (13/11), Dubes Hajriyanto dari Beirut menyatakan Indonesia dan Lebanon punya sejarah hubungan yang sangat akrab di berbagai bidang. Dalam sejarah, Lebanon merupakan tiga negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia setelah Mesir dan Suriah.

Berikut kutipan wawancara nya:

Bisakah bapak Dubes gambarkan tentang perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Lebanon? Sektor mana yang memiliki potensi untuk ditingkatkan ?

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Lebanon bisa dikatakan cukup sangat akrab dan hangat.

Dalam sejarah, Lebanon merupakan tiga negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia setelah Mesir dan Suriah.

Lebanon juga selalu mendukung Indonesia di berbagai forum internasional maupun berbagai organisasi multilateral. Lebanon bahkan dalam banyak pemilihan di badan Internasional selalu memberi dukungan dengan memilih calon dari Indonesia.

Selain itu, terdapat sejumlah 1.234  personil Kontingen Garuda pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Saat ini  merupakan pasukan terbesar dibandingkan negara-negara lain. Pasukan Garuda telah bertahun-bertahun dipercaya sebagai pasukan perdamaian UNIFIL.

Selama ini banyak pejabat Indonesia yang berkunjung ke Lebanon, mulai dari Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri Koordinator, Menteri, hingga Panglima TNI.

Namun memang belum pernah ada pejabat tinggi Lebanon ke Indonesia, karena situasi dalam negeri Lebanon.

Meski begitu hubungan antara masyarakat Indonesia dan Lebanon justru lebih erat.

Banyak tokoh dan organisasi non-pemerintah Indonesia yang sering berkunjung ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina dan Suriah.

Di samping itu, ada hampir 100 mahasiswa Indonesia yang belajar di Lebanon sebelum krisis. Sebanyak 90 persen di antaranya mempelajari ilmu agama, mengingat hanya jurusan tersebut yang menyediakan  beasiswa bagi pelajar Indonesia.

Diplomasi ekonomi merupakan amanat Presiden Jokowi untuk para Duta Besar Indonesia di luar negeri. Bisa bapak gambarkan bagaimana hubungan kedua negara dalam sektor ini terutama dalam sektor ekspor-impor?

Ledakan besar yang terjadi di Beirut sangat berpengaruh besar pada perekonomian Lebanon dan juga neraca ekspor impor antara Indonesia dan Lebanon, bahkan dua bidang diplomasi ekonomi lainya yaitu Pariwisata dari Lebanon ke Indonesia juga turun drastis. Dengan situasi perekonomian seperti ini kehidupan hubungan antara kedua negara dalam perdagangan, pariwisata dan investasi akan sulit berkembang, malahan di tahun tahun ini secara drastis mengalami penurunan.

Meski di sisi lain yang menarik untuk dicatat bahwa Beirut sendiri dikenal sebagai Ibu kota Buku Dunia yang berarti pusat dari produksi buku dan kitab-kitab Arab yang besar di Timur Tengah, dan yang mengejutkan bahwa bahan baku kertasnya 68 % yang dibutuhkan percetakan-percetakan Lebanon diimpor dari Indonesia dan sisanya dari beberapa negara lain. Dan setelah menjadi kitab diekspor kembali ke Indonesia.  Setelah kertas kertas itu dicetak dalam bentuk buku maka kembali di ekspor ke Indonesia.

Tentu ini merupakan potensi peningkatan ekonomi dan literasi sekaligus bagi Indonesia oleh karena itu kami sedang melakukan upaya meloby supaya percetakan-percetakan buku dan kitab tersebut dibuat di Indonesia. Selain itu akan memudahkan proses produksi, juga bisa memangkas biaya operasional cukup signifikan besar. Akan tetapi karena wabah Covid-19 rencana ini tertunda.

Suasana wawancara virtual Duta Besar RI untuk Libanon dengan Kantor Berita MINA

Bagaimana keistimewaan pasukan Indonesia  di mata fihak Lebanon ?

Pasukan Indonesia di Lebanon, bukan hanya jadi pasukan pemelihara perdamaian tetapi juga menjadi duta-duta bangsa dan negara untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Sejak 1960 Indonesia sudah menjadi pasukan pemelihara perdamaian, Indonesia berpartisipasi aktif dalam menjalankan misi PBB memelihara perdamaian dunia.

Setelah terjadi perang saudara di Lebanon ini, Indonesia mengirm pasukan perdamaian  yang disebut dengan Kontingen Garuda. Dari 41 negara yang mengirimkan pasukan perdamain ke Lebanon, disebut UNIFIL, pasukan  Indonesia merupakan yang terbesar.

Di Lebanon Selatan, tempat markas pasukan Kontingen Garuda Indonesia hal yang sangat disukai dari pasukan Indonesia adalah terkenal sangat hangat, ramah dengan penduduk setempat.

Intinya pasukan Indonesia memiliki professional yang tinggi.

Pasukan Indonesia juga kerap bekerjasama dengan KBRI untuk mengundang para mahsiswa  berkunjung ke kapal perang, lalu di sana diberikan informasi tentang Indonesia, wilayahnya, penduduknya, budayanya, juga kesenian dan sangat penting kuliner Indonesia.

Kami juga akan memberikan penghargaan kepada anggota Kontingen Garuda, karena telah melakukan diplomasi kebudayaan

Menjadi pasukan pemelihara perdamian itu tidak gampang, seringkali terjadi insiden antara masyarakat dengan pasukan perdamaian yang dikirim dari berbagai negara, tetapi hal itu hampir tidak pernah terjadi dengan pasukan dari Indonesia

Apa tantangan baru Lebanon pasca ledakan besar di Beirut ?

Lebanon merupakan salah satu negara Arab yang paling demokratis. Masa depan Lebanon sendiri tergantung bagaimana mereka mendapatkan sebuah sistem demokrasi yang sejalan dengan kultur mereka yaitu kebebasan dan kesetaraan gender. Demokrasi yang baik ini yang akan menentukkan masa depan Lebanon. Kita lihat saat ini, meski tidak ada kabinet, kehidupan di sini tetap berjalan dengan baik, di Lebanon memang lebih kuat rakyat dari negaranya. Ini dari segi politiknya.

Dari segi ekonomi, banyak diaspora Lebanon yang mengirimkan uang ke dalam negeri, jadi meski terjadi banyak terjadi chaos, perekonomian Lebanon dapat terus berjalan. Infrastruktur di sini juga cukup bagus. Kemudian Lebanon sendiri memiliki perekonomian pada sektor jasa dan teknologi perbankannya tertinggi di Arab. Untuk pariwisatanya sendiri Lebanon juga masuk yang terbesar sebelum adanya krisis yang terjadi kemarin.

Sedangkan untuk masa depan kebudayaan dan peradabannya, mereka ini juga tertinggi. Lebanon banyak menerbitkan buku-buku, belum lagi jumlah peneliti Lebanon yang juga paling besar di dunia Arab. Beirut sendiri telah ditetapkan sebagai ibu kota buku dunia oleh UNESCO.

Jadi jika secara politik Lebanon berhasil mengatasi krisis,  negara ini akan menjadi negara yang sangat maju, ditambah ekonomi jasa mereka yang juga sangat tinngi.

Ada kemiripan motto antara Indonesia dan Lebanon yaitu persatuan dalam keanekaragaman, mirip sekali dengan Bhineka Tunggal Ika. Bisa bapak gambarkan keserupaan tersebut?

Seperti di Indonesia, Lebanon yang merupakan negara dengan keanekaragaman sektarian memiliki tingkat toleransi yang cukup tinggi.

Dalam kehidupan masyarakat Lebanon, toleransi cukup tinggi, di Beirut ada enam masjid besar yang dibangun sekitar tahun 2006. Masjid besar berdampingan dengan gereja yang juga sama besarnya dan ini menjadi ikon dari Beirut

Masjid itu sendiri bernama Mohammad Al-Amin yang telah mendominasi langit Beirut sejak lebih dari 10 tahun lalu dan Katedral St George yang memiliki empat menara lonceng setinggi 72 meter, sama tinggi dengan empat menara masjid itu.

Tidak ada konflik agama di Lebanon. Masyarakatnya saling menghargai pilihan masing-masing satu sama lain. Tingginya rasa menghargai dan kebebasan itu menjadikan Lebanon aman dari kriminalitas.

Sebagai negara yang bersebelahan dengan Palestina dan Israel, bagaimana Lebanon melihat solusi atas konflik kedua negara ini?

Karena Lebanon berbatasan langsung dengan Palestina, maka sebagian besar pengungsi Palestina berada di Lebanon. Namun saat ini, jumlah pengungsi  Palestina sudah berkurang. Menurut informasi dari lembaga yang mengurusi pengungsi jumlahnya sekitar 200-300 orang dan sudah sampai pada generasi ketiga.

Namun menjadi berat bagi Lebanon saat terjadi perang saudara di Suriah, di mana jumlah pengungasi Suriah sendiri mencapai satu setengah jutaan. Hal ini tentu Jadi beban ekonomi yang berat bagi Lebanon.

Untuk Pengungsi Palestina sendiri saya sering ngobrol dengan mereka jika bertemu di Masjid. Mereka mengatakan bahwa mereka masih warga Palestina dan tidak akan menjadi warga Lebanon. Mereka mengatakan “bagaimana dengan negara kami jika kami menjadi warga negara Lebanon”.

Saya sangat kagum dengan hebatnya rasa nasionalisme para pengungsi Palestina, bagaimana mereka menanamkan ideologi kebangsaannya yang masih cukup kuat, sampai-sampai  generasi ketiga-pun demikian.

Persoalan pengungsi bagi Lebanon menjadi cukup kompleks. Banyak masalah muncul seperti lapangan pekerjaan, yang juga dibutuhkan untuk rakyat Lebanon sendiri.

Sejauh ini memang banyak bantuan dari rakyat Indonesia yang cukup tingggi untuk pengungsi. Selain bantuan sosial dan kemanusiaan saat ini sudah ada sekolah yang dibangun untuk mereka.

Lebanon tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, maka warganya bahkan tidak diizinkan ke Palestina karena harus melewati wilayah Israel. Kalau nekad pergi, ya tidak bisa kembali ke Lebanon. Aroma permusuhan dua negara ini memang cukup keras. Saya berkali-kali menghadiri konser-konser kesenian puisi di sini, masyarakat dan senimannya apa pun agamanya sangat benci sekali dengan Israel, terlihat dari puisi-puisi yang mereka bacakan. (RA-1/RE-1/P2/R07/R09-P1)

Miraj News Agency (MINA)