Jakarta, MINA – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Israel berupaya memecah belah umat Islam melalui narasi politik dan agama yang sengaja dibangun dalam setiap agresinya di kawasan Timur Tengah.
Dalam diskusi yang diselenggarakan SAJID bersama Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Dubes Iran mengatakan, Israel kerap menyampaikan narasi bahwa serangan yang mereka lakukan hanya ditujukan kepada kelompok atau pemerintahan tertentu, bukan kepada rakyat sipil.
“Ketika menyerang Iran, mereka mengatakan hanya menyerang pemerintahannya, bukan rakyat Iran. Ketika menyerang Lebanon, mereka mengatakan hanya menyerang Hezbollah, bukan rakyat Lebanon. Ketika menyerang Palestina, mereka mengatakan hanya menyerang Hamas, bukan rakyat Palestina,” ujarnya.
Namun, menurut dia, fakta di lapangan menunjukkan bahwa serangan Israel tidak membedakan latar belakang korban. Serangan tersebut menewaskan warga sipil dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
“Bom mereka tidak pandang bulu. Sunni, Syiah, warga sipil, anak-anak, hingga orang tua menjadi korban. Karena itu, umat Islam tidak boleh terjebak dalam dikotomi yang sengaja dibangun untuk memecah persatuan,” katanya.
Dubes Iran menekankan bahwa perjuangan menghadapi ketidakadilan dan penjajahan harus dilandasi semangat persatuan umat Islam. Ia mengingatkan bahwa perbedaan mazhab, kelompok, maupun kebangsaan tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu membela kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengutip Surah Ali Imran ayat 103 yang menyerukan agar kaum Muslimin berpegang teguh pada tali agama Allah dan tidak bercerai-berai. Menurutnya, pesan Al-Qur’an itu menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk memperkuat ukhuwah dan menghadapi berbagai upaya perpecahan yang dilakukan pihak-pihak yang ingin melemahkan dunia Islam. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic