JAKARTA, MINA – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri menyatakan kekecewaan atas minimnya kemajuan dalam penyelesaian isu Kashmir, yang menurutnya tetap menjadi sumber ketegangan berkepanjangan antara Pakistan dan India.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Hari Solidaritas Kashmir yang digelar Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Kamis. (5/2) yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwakilan negara sahabat.
Menurut Chaudhri, rakyat Kashmir masih mengalami dampak konflik, termasuk pembatasan hak sipil dan kondisi sosial-ekonomi yang memburuk. Pakistan menilai bahwa penyelesaian konflik tidak hanya penting bagi stabilitas regional, tetapi juga bagi penegakan hak asasi manusia di kawasan.
Ia menekankan kembali bahwa Pakistan mendorong penyelesaian sengketa Kashmir melalui mekanisme dialog internasional dan merujuk pada resolusi Dewan Keamanan PBB yang ada, yang menurut Islamabad belum sepenuhnya diterapkan oleh pihak terkait.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya dinamika politik di kawasan Asia Selatan, di mana hubungan India dan Pakistan kerap mengalami ketegangan, termasuk persoalan perbatasan dan isu minoritas.
Pakistan berharap komunitas internasional dapat memainkan peran lebih aktif guna memfasilitasi proses perdamaian dan mediasi.
Chaudhri mengatakan bahwa dialog konstruktif antara semua pihak merupakan kunci untuk mencapai solusi yang berkelanjutan dan menghormati aspirasi warga Kashmir, sekaligus memperkuat perdamaian dan keamanan di wilayah itu.
Konflik Kashmir bermula sejak setelah berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris di anak benua India pada 1947, ketika negara baru India dan Pakistan terlibat sengketa atas wilayah yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Berbagai upaya mediasi internasional pernah dilakukan, termasuk resolusi PBB yang menyerukan penentuan nasib sendiri bagi rakyat Kashmir, namun hingga kini konflik tersebut belum menemukan penyelesaian permanen dan masih memicu ketegangan antar kedua negara.
Peristiwa itu juga berimbas pada hubungan bilateral serta dinamika geopolitik Asia Selatan, dengan dampak signifikan bagi stabilitas regional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil
















Mina Indonesia
Mina Arabic