Islamabad, MINA – Pemerintah Pakistan menegaskan kesiapan menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negaranya dalam peringatan pertama “Youm-e-Marka-e-Haq” yang digelar pada 10 Mei 2026.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari menekankan bahwa Pakistan tetap berkomitmen pada perdamaian, namun tidak akan tinggal diam terhadap tindakan agresi apa pun.
Dalam pesan resminya pada peringatan “Youm-e-Marka-e-Haq” Sabtu (9/5) Shehbaz Sharif menyebut momentum tersebut sebagai simbol ketangguhan Pakistan dalam menghadapi tekanan dan konflik. Ia memuji koordinasi angkatan bersenjata Pakistan di darat, laut, udara, dan siber yang dinilai berhasil menunjukkan kemampuan pertahanan negara secara menyeluruh.
Sharif juga memberikan penghormatan kepada para syuhada serta pimpinan militer Pakistan, termasuk Panglima Angkatan Darat Field Marshal Syed Asim Munir, atas kepemimpinan strategis mereka dalam menjaga keamanan nasional.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Presiden Asif Ali Zardari dalam pesannya menyebut peristiwa April-Mei tahun lalu sebagai “momen penentuan nasional” setelah India dituduh melancarkan serangan terhadap wilayah Pakistan menyusul insiden Pahalgam.
Ia mengatakan Operasi “Bunyan-um-Marsoos” menjadi bukti kemampuan militer Pakistan dalam memberikan respons yang terukur dan terkoordinasi. Menurutnya, Pakistan telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemampuan pertahanan negaranya bukan sekadar slogan, melainkan didukung kesiapan militer dan persatuan rakyat.
Kedua pemimpin Pakistan juga kembali menyoroti isu Kashmir yang disebut sebagai akar utama ketidakstabilan di Asia Selatan. Sharif dan Zardari menegaskan dukungan Pakistan terhadap hak penentuan nasib sendiri rakyat Kashmir sesuai resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pemerintah Pakistan menilai perdamaian jangka panjang di kawasan tidak akan tercapai tanpa penyelesaian adil atas sengketa Jammu dan Kashmir.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Selain isu India-Kashmir, Pakistan juga menegaskan perannya dalam menjaga stabilitas regional dan internasional. Dalam pidatonya, Sharif menyebut Pakistan mendapat pengakuan internasional atas keterlibatannya membantu mediasi dan mendorong gencatan senjata dalam ketegangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Islamabad menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan diplomasi, dialog, dan penyelesaian damai terhadap berbagai konflik regional.
Peringatan “Youm-e-Marka-e-Haq” tahun ini tidak hanya menjadi momentum nasionalisme Pakistan, tetapi juga pesan geopolitik kepada India dan dunia internasional mengenai posisi Islamabad dalam isu keamanan kawasan.
Di tengah meningkatnya rivalitas global dan ketegangan Asia Selatan, Pakistan berupaya menampilkan diri sebagai negara yang memiliki kekuatan pertahanan sekaligus memainkan peran diplomatik dalam menjaga stabilitas regional. []
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic