Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Houthi Yaman Blokade Babul Mandab untuk Kapal Saudi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33 WIB

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33 WIB

19 Views ㅤ

Juru bicara Hothi Yaman (foto: X)

Sanaa, MINA – Kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pemblokadean Selat Babul Mandab bagi kapal-kapal Arab Saudi. Langkah tersebut terjadi di tengah masih berlanjutnya penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sehingga berpotensi mengguncang pasar energi global.

Houthi menyatakan blokade dilakukan sebagai respons terhadap blokade yang diterapkan Arab Saudi terhadap Yaman serta serangan udara yang menghantam Bandara Internasional Sanaa.

Kelompok yang didukung Iran itu menegaskan kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi tidak akan diizinkan melintasi Babul Mandab, salah satu jalur pelayaran paling vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Tasnim melaporkan, Kamis (23/7).

Penutupan Babul Mandab memperburuk dampak gangguan di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur pengiriman sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Dengan terganggunya kedua titik sempit (chokepoint) tersebut, kapal-kapal tanker diperkirakan harus mengambil rute memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, yang dapat meningkatkan biaya logistik, memperpanjang waktu pengiriman, dan mendorong kenaikan harga energi internasional.

Sejumlah laporan menyebut dua kapal tanker minyak Arab Saudi menjadi sasaran serangan rudal dan drone Houthi di kawasan Laut Merah.

Insiden itu memicu lonjakan harga minyak mentah dunia hingga menembus kisaran 100 dolar AS per barel serta meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasokan energi global.

Pemerintah Amerika Serikat pun memperingatkan akan memberikan respons keras apabila serangan terhadap jalur pelayaran internasional terus berlanjut.

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Babul Mandab memiliki arti strategis karena menjadi pintu masuk menuju Terusan Suez, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Selama konflik di Laut Merah berlangsung, banyak perusahaan pelayaran internasional telah mengalihkan rute kapal mereka mengitari Benua Afrika guna menghindari ancaman serangan.

Jika blokade berlangsung dalam waktu lama, rantai pasok global, termasuk distribusi minyak dan barang konsumsi, akan menghadapi tekanan yang semakin besar. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional