Jakarta, MINA — Ancaman fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla” mendorong pemerintah dan aparat memperketat pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah rawan seperti Riau.
Aparat kepolisian bersama tim gabungan meningkatkan patroli dan percepatan penanganan titik api seiring meningkatnya risiko kebakaran memasuki musim kemarau. Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, bahkan turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses pemadaman berjalan optimal dan terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Ia menegaskan, strategi utama saat ini adalah memperkuat deteksi dini dan mencegah meluasnya kebakaran sejak awal. Menurutnya, langkah pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah meluas, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan ekonomi lebih besar.
Selain upaya teknis di lapangan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga diperketat. Aparat menyatakan tidak akan memberi toleransi terhadap praktik pembakaran lahan, baik yang disengaja maupun akibat kelalaian, sebagai bagian dari strategi komprehensif pengendalian karhutla.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Fenomena El Nino “Godzilla” sendiri merujuk pada intensitas El Nino yang sangat kuat, yang berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kekeringan ekstrem. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan kondisi ini dapat meningkatkan risiko karhutla di Sumatera dan Kalimantan, sekaligus mengancam sektor pangan nasional akibat berkurangnya ketersediaan air.
Pengamat menilai, menghadapi ancaman ini diperlukan langkah terpadu, mulai dari sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor. Tanpa mitigasi yang serius, fenomena iklim ekstrem tersebut berpotensi memicu krisis lingkungan yang lebih luas, seperti yang pernah terjadi pada kebakaran besar akhir 1990-an. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic