Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenomena Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 6 Februari 2026 - 01:36 WIB

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:36 WIB

54 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Fenomena gerhana matahari cincin kembali akan terjadi. Kejadian itu diperkirakan akan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan jalur visibilitas yang tersebar di beberapa negara.

Menurut para astronom, puncak gerhana akan terlihat paling jelas di bagian tertentu di Samudra Pasifik, Benua Amerika Utara dan Selatan, serta beberapa negara Karibia, tergantung posisi dan waktu lokal masing-masing daerah. Sementara wilayah lain di luar jalur utama masih dapat menyaksikan gerhana sebagian.

Di Indonesia sendiri, meskipun tidak termasuk dalam jalur utama gerhana matahari cincin, sejumlah kota besar masih berpeluang menyaksikan gerhana sebagian dengan syarat cuaca cerah dan tanpa gangguan awan tebal.

Waktu pengamatan terbaik diperkirakan terjadi pada pagi atau siang hari sesuai zona waktu setempat. Jika fenomena itu terlihat di Indonesia, maka akan bisa diamati pada pukul 16.56 WIB.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Para ahli menyarankan pemirsa yang ingin mengamati fenomena ini untuk menggunakan kacamata khusus gerhana atau alat optik yang aman bagi mata, karena melihat matahari secara langsung tanpa perlindungan dapat membahayakan penglihatan.

BMKG dan lembaga astronomi di berbagai negara diperkirakan akan mengeluarkan jadwal dan panduan teknis yang lebih rinci menjelang hari H.

Fenomena gerhana matahari selalu menarik minat masyarakat luas, baik pengamat amatir maupun profesional. Kejadian ini sering dimanfaatkan sebagai momen edukasi astronomi di sekolah-sekolah, lembaga penelitian, serta komunitas sains global.

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan bergerak di antara Bumi dan Matahari, sehingga bayangan Bulan jatuh di permukaan Bumi. Jika jarak dan posisi kedua benda langit tersebut tepat, gerhana bisa berupa total, cincin, atau sebagian.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Gerhana matahari cincin berbeda dengan gerhana total karena piringan Bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh piringan Matahari.

Fenomena ini tercatat rutin terjadi secara astronomis, namun hanya dapat disaksikan dari jalur tertentu di permukaan Bumi setiap kali peristiwa itu berlangsung. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda