Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Forum Media Tingkat Tinggi Maroko Serukan Narasi Global Terpadu untuk Al-Quds

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIB

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:45 WIB

26 Views ㅤ

Forum Media Tingkat Tinggi Maroko untuk Al-Quds, di Rabat, Maroko, Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026. (Jaridah Al-Quds)

Rabat, MINA – Forum Media Tingkat Tinggi Maroko menyerukan narasi global terpadu untuk Al-Quds, di Rabat, Maroko, pada Senin-Selasa, 22-23 Juni 2026.

Penyelenggara forum, Badan Baitul Mal Al-Quds Asy-Syarif mengadakan rangkaian diskusi panel tersebut dengan tema “Al-Quds Narasi Global untuk Perdamaian”.

Forum dalam rangkaian kegiatan “Ibukota Media Arab Rabat 2026”  menghasilkan pernyataan akhir yang menegaskan pentingnya narasi media Arab yang terpadu dan profesional dalam membela hak-hak Palestina.

Forum terselenggara bekerja sama dengan Akademi Kerajaan Maroko dan Kementerian Pemuda, Kebudayaan dan Komunikasi Maroko.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Kegiatan ini merupakan implementasi dari keputusan Dewan Menteri Informasi Arab pada 26 November 2025 yang menetapkan Rabat sebagai Ibukota Media Arab 2026, dengan agenda khusus yang didedikasikan untuk Al-Quds.

Hadir dalam forum tersebut para menteri informasi dari Maroko dan Palestina, Asisten Sekretaris Jenderal OKI dan Liga Arab, serta perwakilan dari Uni Kantor Berita OKI (UNA), Federasi Kantor Berita Arab (FANA), Kantor Pers Afrika, Federasi Atlantik Kantor Berita Afrika, serta organisasi pers dan jurnalis dari Maroko dan Palestina.

Dalam pernyataan penutup para peserta menyepakati hal-hal sebagai berikut:

  • Memuji inisiatif Badan Baitul Mal Al-Quds dan mengapresiasi peran Raja Mohammed VI, Ketua Komite Al-Quds, dalam membela kota suci dan melindungi tempat-tempat suci Arab dan Islam.
  • Menegaskan bahwa pembelaan media terhadap hak Palestina, dalam batas-batas 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, harus menggunakan wacana yang dipahami oleh audiens Barat, beralih dari reaksi defensif ke narasi inisiatif yang jelas berdasarkan nilai-nilai persatuan, kebebasan, keadilan, dan perdamaian.
  • Menyerukan investasi dalam dimensi spiritual dan peradaban Yerusalem sebagai landasan advokasi media global, dengan mengusung nilai-nilai koeksistensi.
  • Mendorong penyediaan dukungan finansial dan logistik untuk menghasilkan konten kreatif (tulisan, visual, dan audio) yang menyasar berbagai kalangan, dewasa, anak-anak, dan remaja, melalui platform digital yang tersedia, untuk menunjukkan keteguhan dan semangat hidup rakyat Palestina.
  • Menyerukan intervensi efektif dari organisasi media Arab untuk mengawasi dan meningkatkan kualitas konten yang ditujukan ke luar negeri, serta menyesuaikannya dengan standar teknis yang memudahkan penyebaran di platform digital global seperti Google, Facebook, Amazon, dan Netflix.
  • Mengusulkan pembentukan dokumen referensi Arab terpadu untuk mengontrol pesan dan terminologi media terkait Palestina dan Yerusalem, yang kemudian dapat diadopsi oleh lembaga internasional.
  • Mendukung pembuatan platform media Arab terpadu sebagai sumber indikator, angka, dan studi tentang kehadiran media Arab dan dampaknya terhadap audiens Barat, khususnya dalam isu perjuangan Palestina.
  • Mendorong pengadaan program bersama, kursus pelatihan, dan lokakarya antara lembaga media Arab dan Palestina untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dan pembuat konten dalam menghasilkan materi profesional multibahasa.

Komite Khusus untuk Dokumen Media Terpadu

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Dalam pidato penutupnya, Mohammed Salem Al-Sharqawi, Direktur Pelaksana Badan Baitul Mal Al-Quds Asy-Syarif, mengumumkan pembentukan komite bersama yang bertugas merumuskan dokumen referensi terpadu guna memperkuat narasi Palestina di kancah global.

Al-Sharqawi menyampaikan apresiasinya atas partisipasi berharga dari para ahli, akademisi, dan praktisi media yang hadir. Ia menekankan bahwa tantangan teknologi dan revolusi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Ia juga memuji seruan untuk menyatukan wacana media berdasarkan referensi komprehensif yang mencakup sejarah, geografi, agama, dan politik, dengan tetap memperhatikan transformasi cepat di kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda