Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang Demonstrasi Kembali Guncang Tel Aviv, Netanyahu Didesak Mundur

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 23 Juni 2026 - 08:00 WIB

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:00 WIB

45 Views ㅤ

Warga Israel ambil bagian dalam demonstrasi melawan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan korupsi pemerintah di kota pesisir Tel Aviv (Foto: MEE)

Tel Aviv, MINA – Ribuan warga Israel kembali turun ke jalan di Tel Aviv dan Yerusalem dalam aksi demonstrasi besar yang menuntut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengundurkan diri dari jabatannya serta menghentikan agresi militer di Jalur Gaza.

Massa memadati sejumlah ruas jalan dan kawasan dekat parlemen Israel (Knesset) sambil membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti-pemerintah. Yedoith Ahronoth melaporkan, Selasa (23/6).

Aksi tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu yang dinilai gagal menangani berbagai krisis, mulai dari perang berkepanjangan di Gaza hingga persoalan politik dan keamanan dalam negeri.

Para demonstran juga menuntut penyelenggaraan pemilu lebih awal agar rakyat dapat menentukan arah baru pemerintahan Israel.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Dalam beberapa pekan terakhir, gelombang protes serupa tidak hanya terjadi di Yerusalem, tetapi juga meluas ke Tel Aviv dan Haifa.

Kelompok oposisi, keluarga sandera, serta aktivis anti-perang menjadi bagian dari gerakan yang mendesak pemerintah mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan memulangkan para sandera yang masih berada di Gaza.

Tekanan terhadap Netanyahu semakin besar setelah perang Gaza memasuki fase yang panjang tanpa hasil strategis yang jelas.

Di sisi lain, korban sipil yang terus bertambah dan kritik internasional terhadap operasi militer Israel turut memperburuk citra pemerintahannya di mata publik domestik maupun dunia internasional.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Survei yang dirilis berbagai lembaga penelitian Israel dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Netanyahu mengalami penurunan dibandingkan periode sebelum perang.

Kondisi tersebut memperkuat tuntutan kelompok oposisi agar dilakukan perubahan kepemimpinan melalui pemilu atau pengunduran diri perdana menteri. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA