Lumajang, MINA – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat, dengan erupsi yang memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak kawah pada pagi ini.
Menurut laporan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini terjadi di tengah status aktivitas gunung yang masih berada pada level Siaga. Hal itu menunjukkan potensi ancaman berkelanjutan bagi daerah sekitarnya.
Kolom abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, menyebar ke beberapa arah tergantung arah angin saat erupsi terjadi.
Seismograf PVMBG mencatat beberapa kali letusan dengan durasi puluhan detik, menandakan aktivitas magma yang masih dinamis di dalam perut gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa itu.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
PVMBG mengingatkan masyarakat untuk tetap menghindari area sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta menjauhi sepanjang sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepian sungai kecil di wilayah terdampak.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi bahaya awan panas guguran (pyroclastic flow), lontaran batu pijar, serta aliran lahar yang dapat terjadi secara tiba‑tiba.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyatakan pihaknya telah meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi jika terjadi eskalasi aktivitas.
Masyarakat yang bermukim di lereng gunung diminta untuk selalu mengikuti arahan resmi dari aparat keamanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Gunung Semeru telah menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk gempa letusan yang terekam berkali‑kali dalam periode pengamatan terakhir, memperkuat rekomendasi PVMBG untuk kesiapsiagaan tinggi di wilayah rawan bencana gunung api.
Selain dampak potensi bahaya fisik erupsi, warga di daerah sekitar juga merasakan efek sekunder seperti penurunan kualitas udara akibat abu vulkanik yang menyebar hingga pemukiman. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic