Lumajang, MINA — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar 2 kilometer dari puncak, sehingga warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi zona rawan bencana.
Petugas pemantauan gunung api melaporkan, Senin pagi (4/5) erupsi tersebut disertai luncuran material panas ke arah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.
Awan panas guguran menjadi salah satu ancaman utama karena bergerak cepat dan memiliki suhu tinggi yang berbahaya bagi keselamatan manusia.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memang masih berada pada Level III atau Siaga.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas erupsi tercatat cukup tinggi dengan kolom abu mencapai ratusan meter hingga di atas 700 meter dari puncak.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tertentu, terutama di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama awan panas.
Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan banjir lahar, khususnya saat terjadi hujan di kawasan puncak.
Dalam beberapa kejadian sebelumnya, erupsi Semeru bahkan mampu meluncurkan awan panas hingga lebih dari 3 hingga 4 kilometer. Hal ini menunjukkan fluktuasi aktivitas vulkanik yang cukup dinamis dan berpotensi meningkat sewaktu-waktu.[]
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic