Habibie dan Impian Ibu Pertiwi (Oleh: Bimo Sasongko)

(Doc. Pribadi)

Oleh: Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA; Pendiri Euro Management Indonesia, Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE), Pemerhati Dunia Pendidikan Internasional & SDM Global

Ketika pada 1955 Habibie muda bertemu Bung Karno dan menyimak gelora pidato presiden pertama RI itu, saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait pentingnya kemandirian di sarana-prasarana perhubungan. Untuk itu, dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri.

Dalam perjalanan sang waktu, harapan dan keinginan Bung Karno ini telah diwujudkan oleh BJ Habibie dengan mendirikan bermacam wahana transformasi teknologi dan industri serta menyiapkan SDM unggul bangsa yang mampu bekerja sama mewujudkan impian alamiah Ibu Pertiwi.

Selain menyiapkan wahana dan SDM kelas dunia, BJ Habibie telah menyiapkan cetak biru pembangunan infrastruktur bangsa yang berbasis kemandirian dan proses nilai tambah optimal yang berarti bagi perekonomian bangsa. Pemerintahan saat ini seharusnya melanjutkan tahapan dan kerja detail dari BJ Habibie dalam membangun infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur selayaknya dipersiapkan secara matang dari aspek SDM dan proses rancang bangunannya harus melibatkan pihak dalam negeri semaksimal mungkin. Pembangunan infrastruktur jangan dilepaskan kepada investor luar negeri, sedangkan kita tinggal terima jadi. Impian alamiah Ibu Pertiwi harus terus diwujudkan oleh generasinya.

Impian alamiah yang antara lain terkait infrastruktur perhubungan, kebutuhan energi nasional, hingga industri pertahanan dan keamanan perlu persiapan SDM secara detail.

Kita bisa menyimak bagaimana pada periode BJ Habibie menjabat menteri riset dan teknologi telah mengirimkan sekitar 4.000 pemuda belia lulusan SMA untuk kuliah di perguruan tinggi terkemuka dunia. Hampir semuanya berhasil menyelesaikan kuliah hingga strata S-2 dan S-3.

Kini mereka tersebar dalam berbagai lembaga pemerintahan dan swasta. Banyak di antara mereka kini menjadi pengembang dan inovator teknologi serta sukses melakukan transformasi proses dan model bisnis di berbagai perusahaan terkemuka.

Harapan BJ Habibie pada Pemerintahan Masa Kini

Saatnya Presiden Joko Widodo menghimpun dan menyinergikan ribuan anak-anak intelektual BJ Habibie untuk mencurahkan pikiran dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri dan iptek nasional.

Betapa detailnya BJ Habibie menyiapkan SDM unggul untuk transformasi bangsanya. Bisa kita lihat, dalam mewujudkan impian alamiah Ibu Pertiwi untuk terwujudnya jembatan udara kepulauan nusantara telah dipersiapkan portofolio kompetensi sedemikian detailnya hingga dirumuskan job description yang paling dasar.

Sebagai negara kepulauan, negeri ini membutuhkan strategi yang tepat dalam pengadaan pesawat komuter sebagai jembatan udara. Berkat BJ Habibie, Indonesia telah memiliki strategi unggul pengadaan pesawat komuter dengan cara memproduksi sendiri. Warisan ini seharusnya dikembangkan secara optimal oleh pemerintahan saat ini.

Para kader atau anak-anak intelektual Habibie dalam karier dan karyanya saat ini sudah mencapai tahap matang di bidangnya. Mereka kini dalam kisaran usia puncak produktivitas dan unggul dalam hal manajemen program atau proyek.

Dengan kondisi ini, jangan ada keraguan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera melibatkan dan memeras otaknya anak-anak intelektual Habibie demi kemajuan dan daya saing bangsa pada era globalisasi.

Mereka kini berhimpun dalam wadah Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).

BJ Habibie selalu berpesan kepada anggota IABIE untuk bersikap inklusif dan selalu tampil di garis depan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Melihat kondisi itu, alangkah baiknya pemerintah menggariskan kembali strategi transformasi industri dan teknologi warisan BJ Habibie. Kita perlu mengambil pelajaran berharga dari pengalaman transformasi teknologi dan industri di Eropa, Amerika dan Jepang. (AK/R11/

Mi’raj News Agency (MINA)

Selain itu, Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA juga menjabat sebagai Wasekjen Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Wasekjen Ikatan Saudagar Muslim Se-Indonesia (ISMI), Sekjen Ikatan Alumni Jerman (IAJ), Direktur Eksekutif Pusat Kajian “Rumah” Eropa, Ketua Ikatan Konsultan Pendidikan Eropa Indonesia (IKPEI), Ketua Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia (YPEI), dan Penggagas Gerakan Indonesia 2030.