Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengecam keras eskalasi kejahatan dan pelanggaran Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terhadap sejumlah rumah yang menyebabkan pengungsian beberapa keluarga.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem menjelaskan bahwa kesepahaman mengenai Gaza mewajibkan Israel untuk menarik pasukannya dari Jalur Gaza dan menghentikan upayanya untuk memaksakan fakta-fakta baru di lapangan.
“Namun, Israel melanjutkan kampanye pengeboman, pembongkaran, dan serbuan ke lingkungan pemukiman warga sipil, berusaha menciptakan fakta-fakta baru dan memperdalam blokade terhadap rakyat kami,” kata Qassem dalam pernyataannya yang dikutip Palinfo, Ahad (24/5).
“Apa yang terjadi bukanlah pelanggaran biasa, melainkan agresi sistematis dan pengabaian terhadap upaya serta jaminan para mediator. Ini juga merupakan kelanjutan dari kebijakan blokade, kelaparan, dan pembunuhan terhadap lebih dari dua juta orang,” tambah juru bicara tersebut.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Ia menyerukan kepada para mediator perjanjian gencatan senjata di Sharm el-Sheikh dan Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan pelanggaran berat Israel di Gaza dan memaksanya untuk memenuhi komitmennya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
















Mina Indonesia
Mina Arabic