Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengecam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dan perwakilannya, Nickolay Mladenov atas sikap diam mereka terhadap berlanjutnya tindakan pelanggaran Israel di Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam unggahan di Facebook yang dikutip Rabu (7/10) mengatakan BoP dan Mladenov gagal menuduh Israel melanggar kesepakatan.
“Diamnya apa yang disebut Dewan Perdamaian dan perwakilannya, Mladenov, terhadap kejahatan pendudukan dan kegagalan mereka menuduhnya melanggar kesepakatan, berarti tangan Mladenov berlumuran darah anak-anak dan perempuan kami,” kata Qassem.
Dewan Perdamaian, yang diketuai Presiden AS Donald Trump, dibentuk sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS dan berlaku pada Oktober 2025.
Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur
Mandatnya mencakup pengawasan pelaksanaan gencatan senjata, fasilitasi bantuan kemanusiaan, dan dukungan rekonstruksi Gaza.
Nickolay Mladenov, mantan koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah menjabat sebagai perwakilan tinggi dewan untuk Gaza.
Hamas berulang kali menyatakan, Dewan Perdamaian dan Mladenov gagal meminta pertanggungjawaban Israel atas pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Sejak gencatan senjata berlaku, pasukan Israel terus melakukan serangan udara, pemboman artileri, dan tembakan di seluruh Jalur Gaza.
Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.450 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.
Gerakan itu juga mengkritik Mladenov karena dianggap mengadopsi narasi Israel dan gagal menekan Israel untuk melaksanakan kesepakatan gencatan senjata.
Ini termasuk penarikan pasukan Israel, masuknya bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza. Hamas menyerukan Dewan Perdamaian mengambil tindakan konkret untuk menghentikan pelanggaran Israel dan memastikan pelaksanaan penuh kesepakatan.
Situasi di Gaza tetap sulit. Krisis kemanusiaan semakin memburuk dan sistem kesehatan berada di ambang keruntuhan.[]
Baca Juga: Krisis Dana Paksa PBB Pangkas Bantuan Pangan bagi 500.000 Warga Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic