SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Kirim Delegasi ke Mesir untuk Bahas Dialog Nasional Palestina

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:54 WIB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:54 WIB

21 Views ㅤ

Ilustrasi: Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam. (Foto: Press TV)

Kairo, MINA – Delegasi Hamas bertolak ke Mesir untuk melakukan pembicaraan mengenai dialog nasional Palestina. Diskusi ini akan berfokus pada menjembatani perbedaan di antara berbagai faksi Palestina, serta membahas isu-isu utama yang berkaitan dengan fase perjuangan Palestina saat ini.

Delegasi ini dipimpin oleh tokoh Hamas wilayah Tepi Barat, Zahir Jabarin, yang didampingi Kepala Kantor Hubungan Nasional Hussam Badran serta anggota Biro Politik Hamas Ghazi Hamad dari Gaza. Al Mayadeen melaporkan.

Dialog ini berlangsung bertepatan dengan peringatan tiga tahun operasi “Banjir Al-Aqsa” (Al-Aqsa Flood) pada 7 Oktober 2023, sebuah peristiwa yang dipuji sebagai “tonggak sejarah yang mulia dalam perjuangan yang terus berlanjut.”

Dalam pernyataan peringatan tersebut, Hamas menegaskan bahwa perlawanan merupakan hak yang sah hingga pendudukan berhasil dikalahkan serta tanah dan situs-situs suci dibebaskan. Hamas juga memuji keteguhan dan pengorbanan rakyat Palestina serta komitmen mereka terhadap kebebasan dan pembebasan dari pendudukan.

Baca Juga: Hujan Musim Dingin Perburuk Krisis Pengungsian di Gaza

Hamas menyatakan pertempuran di Jalur Gaza tersebut mencerminkan “makna kepahlawanan, keteguhan, dan kohesi nasional,” serta menyuarakan aspirasi rakyat Palestina ke dunia internasional setelah sekian lama diabaikan dan dihadapkan pada sikap permisif terhadap kebijakan pendudukan yang bertujuan melenyapkan perjuangan Palestina dan hak penentuan nasib sendiri.

Pihak perlawanan bertekad untuk terus berupaya membangun strategi nasional terpadu yang melibatkan seluruh rakyat Palestina, sembari menekankan bahwa langkah ini merupakan cara untuk menghadapi rencana pemerintah pendudukan.

Pada saat yang sama, Hamas mendesak pemerintah AS dan para mediator lain yang terlibat dalam pembicaraan dengan Israel untuk mencegah pihak pendudukan menggunakan apa yang disebut sebagai “kesepakatan gencatan senjata” Gaza sebagai kedok untuk melanjutkan serangan terhadap wilayah Palestina.

“Kami mendesak para mediator dan pemerintah AS untuk tidak membiarkan Netanyahu menggunakan kesepakatan gencatan senjata sebagai kedok untuk melanjutkan pembunuhan massal yang dilakukannya,” demikian pernyataan Hamas.

Baca Juga: Israel Buka Tender 1.080 Unit Permukiman Baru di Yerusalem Timur

Serangan Israel terhadap Gaza terus berlanjut setiap hari meskipun kesepakatan telah dicapai; pasukan pendudukan Israel menyasar lokasi sipil, kerumunan massa, bangunan utuh, dan kendaraan. Di antara para korban terdapat ratusan perempuan dan anak-anak yang tewas sejak dimulainya “gencatan senjata” tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ben-Gvir Gunakan Kebencian terhadap Arab dan Islam sebagai Kampanye Pemilu

Rekomendasi untuk Anda