Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Peringatkan Konsekuensi Penutupan Al-Aqsa, Belum Pernah Terjadi Sejak 1967

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 11 Maret 2026 - 09:20 WIB

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:20 WIB

37 Views

Halaman Masjid Al-Aqsa, Palestina (foto: PIC)
Halaman Masjid Al-Aqsa, Palestina (foto: PIC)

Al-Quds, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas memperingatkan, penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel yang berlangsung selama sebelas hari berturut-turut, bersamaan dengan pencegahan Shalat Tarawih dan I’tikaf selama bulan suci Ramadhan, merupakan langkah berbahaya dan belum pernah terjadi sejak tahun 1967.

Dalam pernyataan persnya, Selasa (10/3), Hamas mengatakan tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap kebebasan beribadah dan eskalasi provokatif terhadap tempat-tempat suci Islam.

Gerakan tersebut memperingatkan konsekuensi dari terus ditutupnya masjid dan menyerukan kepada masyarakat Muslim yang lebih luas untuk mengambil tindakan segera guna melindungi Al-Aqsa dan menghentikan pelanggaran Israel yang sedang berlangsung terhadap situs suci tersebut.

Hamas mengatakan penutupan dilakukan dengan dalih lemah sebagai bagian dari kebijakan Israel yang lebih luas, bertepatan dengan meningkatnya hasutan oleh kelompok Kuil Zionis ekstremis yang mengadvokasi tindakan terhadap situs suci tersebut.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Hamas menambahkan, penutupan yang berkelanjutan mengungkap keseriusan rencana Israel yang bertujuan mengubah status quo agama, sejarah, dan hukum di Masjid Al-Aqsa, termasuk upaya untuk memberlakukan pembagian temporal dan spasial di situs tersebut.

Hamas juga mengatakan, kelompok-kelompok Yahudi ekstremis mencoba memajukan agenda mereka dengan memanfaatkan penutupan untuk melakukan ritual Talmud di halaman masjid.

Gerakan tersebut menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atau legitimasi atas bagian mana pun dari Masjid Al-Aqsa dan menekankan bahwa situs tersebut adalah wakaf Islam eksklusif.

Hamas menyerukan negara-negara Arab dan Muslim, pemerintah, masyarakat dan organisasi untuk mengambil langkah-langkah segera guna mencegah Israel melaksanakan rencananya terhadap Al-Aqsa dan mendukung rakyat Palestina di Yerusalem yang diduduki.[]

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda