Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamas Tegaskan Tolak Pelucutan Senjata yang Diajukan BoP

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 7 April 2026 - 16:17 WIB

Selasa, 7 April 2026 - 16:17 WIB

79 Views ㅤ

Ilustrasi: Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas di Jalur Gaza, Palestina. (Foto: Anadolu)

Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Hamas menolak pelucutan senjata di Jalur Gaza yang diajukan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), karena hal itu berarti pemusnahan rakyat Palestina.

Abu Ubaida, Juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan gerakan itu tidak akan menerima pelucutan senjata yang diajukan Dewan Perdamaian (BoP) karena itu adalah upaya terang-terangan pendudukan zionis Israel untuk terus membunuh dan memusnahkan rakyat Palestina.

“Kami tidak akan terima dalam keadaan apa pun,” tegas pernyataan.

Mengutip An-Nahar, Senin (6/4), Hamas menegaskan masalah pelucutan senjata seperti didesak pendudukan zionis Israel, merupakan hal sensitif yang menjadi perhitungan utama di lapangan dan bersinggungan dengan taruhan regional yang lebih luas.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

“Kami menegaskan bahwa apa yang tidak dapat direbut musuh dari kami dengan tank dan pemusnahan, tidak akan diambil oleh politik atau oleh meja perundingan,” lanjut pernyataan.

Para mediator menyerukan tekanan pada Israel untuk menyelesaikan komitmennya pada fase pertama “sebelum berbicara tentang fase kedua.”

Fase kedua dari perjanjian gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 10 Oktober, mencakup penarikan Israel dari Jalur Gaza dan perlucutan senjata faksi bersenjata Palestina di Gaza.

Pernyataan Hamas tentang penolakan perlucutan senjata berkaitan dengan tujuan pendudukan yang lebih luas untuk melemahkan senjata “poros perlawanan”, baik di Gaza, Lebanon, atau negara-negara lain di kawasan tersebut. []

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda