Gaza, MINA – Hamas menyatakan telah menandatangani kesepakatan kerangka pelucutan senjata yang dimediasi sejumlah pihak internasional sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Namun, kelompok tersebut menegaskan pelaksanaan kesepakatan hanya dapat berjalan jika Israel menghentikan seluruh serangan militer dan menarik pasukannya dari wilayah Gaza. Wafa melaporkan, Senin (3/8).
Dalam pernyataannya, Hamas meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan pengaruhnya untuk mendesak Israel menghentikan pemboman terhadap Gaza.
Menurut Hamas, penghentian agresi merupakan prasyarat utama agar proses pelucutan senjata dan tahapan perdamaian dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan.
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari proposal yang dimediasi Amerika Serikat bersama Qatar dan Mesir.
Selain mencakup pelucutan senjata secara bertahap, proposal itu juga mengatur gencatan senjata permanen, pembebasan sandera dan tahanan, masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Di pihak lain, pemerintah Zionis Israel masih menyampaikan sejumlah keberatan terhadap implementasi kesepakatan tersebut. Tel Aviv menegaskan pelucutan senjata Hamas harus dapat diverifikasi sepenuhnya sebelum penarikan pasukan dilakukan, sementara operasi militer diklaim akan tetap berlanjut hingga seluruh tujuan keamanan Israel tercapai.
Di tengah proses negosiasi, serangan udara Israel di berbagai wilayah Gaza dilaporkan masih berlangsung dan kembali menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
Badan-badan kemanusiaan internasional terus memperingatkan bahwa situasi di Gaza semakin memburuk akibat terbatasnya akses terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, dan layanan kesehatan.
Sejumlah negara mediator, termasuk Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat, terus berupaya mempertemukan kedua belah pihak guna mewujudkan gencatan senjata yang berkelanjutan.
Kesepakatan tersebut akan sangat bergantung pada komitmen semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan mengutamakan penyelesaian politik demi mengakhiri konflik yang telah berlangsung berkepanjangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic