Tepi Barat, MINA – Tiga palestina/">keluarga Palestina di kawasan Jabel Ras al-Ain, kota Qusra, selatan Nablus pada Rabu (26/8) telah memasuki hari ke-18 berturut-turut dalam pengepungan.
Mereka dikepung oleh pemukim Yahudi ekstrem, sementara pasukan Israel terus menutup akses jalan dan memberlakukan pembatasan gerak yang sangat ketat. Akibatnya, mereka nyaris tidak bisa keluar rumah sama sekali.
Di dalam rumah yang terkepung itu, para ibu dan anak-anak harus bertahan dengan persediaan makanan, air serta kebutuhan pokok yang semakin menipis. Di luar, para pemukim terus mengelilingi kawasan tersebut dan bahkan menguasai sumber air setempat, demikian dikutip dari sumber-sumber media.
Pengepungan yang berkepanjangan ini membuat keluarga-keluarga di Jabel Ras al-Ain hidup dalam ketakutan setiap saat. Mereka mengaku, tindakan sekecil membuka pintu, mengintip dari jendela, atau sekadar melangkah ke luar rumah, sudah sangat berisiko.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Abdul-Karim Hassan, yang anak-anaknya termasuk di antara keluarga yang terkepung, menggambarkan kondisi mereka sangat memprihatinkan dan terus memburuk. Ia mengaku menelepon anak-anaknya lebih dari 10 kali sehari hanya untuk memastikan mereka masih selamat.
Karena cemas, Hassan setiap hari memanjat bukit di dekat rumah yang menghadap ke lokasi pengepungan. Dari sana, ia mencoba memantau situasi dan berada sedekat mungkin dengan anak-anaknya.
Menurut Hassan, keluarga-keluarga yang terkepung sangat kekurangan pasokan penting. Para pemukim dan tentara Israel menghalangi makanan, air serta susu formula bayi agar tidak sampai ke tangan mereka.
Keluarga Hassan bahkan tidak bisa membuka pintu atau jendela dengan leluasa. Layanan internet di daerah itu juga sudah diputus. Kehadiran para pemukim yang terus mengintai di sekitar rumah mereka menjadi momok yang tak kunjung hilang.[]
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic