Teheran, MINA – Human Rights Watch (HRW) menyerukan penyelidikan atas serangan mematikan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan sebagai kemungkinan kejahatan perang.
Serangan pada 28 Februari itu dilaporkan menewaskan setidaknya 160 orang, sebagian besar adalah anak-anak sekolah, selama gelombang besar serangan yang dilancarkan di seluruh Iran sebagai bagian dari agresi militer AS-Israel.
“Mereka yang bertanggung jawab atas serangan yang melanggar hukum harus dimintai pertanggungjawaban, termasuk penuntutan terhadap siapa pun yang bertanggung jawab atas kejahatan perang,” kata Sophia Jones, peneliti sumber terbuka di Digital Investigations Lab HRW, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (9/3).
Jones mengatakan penyelidikan penuh diperlukan untuk menentukan apakah pihak yang bertanggung jawab mengetahui keberadaan sekolah tersebut.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Serangan di sekolah itu terjadi pada hari pertama kampanye militer yang menargetkan sejumlah lokasi di Iran. Investigasi Al Jazeera menemukan bahwa penargetan sekolah tersebut kemungkinan disengaja.
The New York Times juga melaporkan bahwa serangan itu kemungkinan besar dilakukan oleh Amerika Serikat.
Ketegangan regional melonjak sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.000 orang hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, dan pejabat militer senior. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic