Jakarta, MINA – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Pulau Sumatra belum menghilangkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan 2.084 titik panas (hotspot) terdeteksi pada Ahad (25/10) pagi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan, Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.452 titik panas, disusul Lampung 216 titik, Kepulauan Bangka Belitung 210 titik, dan Jambi 199 titik.
Data tersebut menunjukkan bahwa indikasi panas masih terkonsentrasi di sejumlah wilayah Sumatra di tengah potensi hujan pada akhir Oktober.
Namun, jumlah titik panas itu belum dapat dijadikan ukuran langsung luas kebakaran maupun bukti bahwa hujan tidak berdampak terhadap penanganan karhutla.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode 23–26 Oktober 2026, hujan berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu.
Sementara itu, pemantauan potensi karhutla periode 25–31 Oktober masih menunjukkan sejumlah wilayah, termasuk Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung, perlu mewaspadai risiko kebakaran.
Hujan dan ancaman karhutla dapat terjadi dalam periode yang sama karena curah hujan tidak selalu merata.
Hujan yang mengguyur suatu daerah belum tentu mencapai lokasi kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan gambut yang jauh dari permukiman.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Selain itu, kebakaran di lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun lapisan atasnya telah basah. Curah hujan yang cukup dan merata dapat membantu menekan risiko kebakaran, tetapi bara api yang masih aktif tetap membutuhkan penanganan petugas.
Untuk mengetahui apakah hujan benar-benar berdampak terhadap penurunan karhutla, diperlukan perbandingan data hotspot harian dengan curah hujan aktual di wilayah yang sama.
Perbandingan tersebut juga harus memperhatikan waktu pengamatan satelit, intensitas hujan, serta kondisi kebakaran di lapangan.
Masyarakat diimbau tetap waspada, khususnya di wilayah yang masih memiliki potensi karhutla.
Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang
Warga juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran.
Dengan demikian, hujan di sejumlah wilayah Sumatra berpotensi membantu menekan risiko karhutla, tetapi belum cukup untuk memastikan ancaman kebakaran telah berkurang secara keseluruhan.
Pemantauan titik panas dan penanganan langsung di lapangan tetap diperlukan untuk mengetahui perkembangan terbaru. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November
















Mina Indonesia
Mina Arabic