Jakarta, MINA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi menetapkan status “Awas”, level peringatan tertinggi, untuk wilayah Jakarta dan Banten terkait potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diperkirakan terjadi pada Jumat (23/1).
Peringatan tersebut bukan sekadar prakiraan cuaca rutin, melainkan sinyal serius bagi masyarakat ibu kota dan wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan luas, hingga potensi longsor di wilayah rawan.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa Jakarta dan Tangerang Raya masuk dalam zona merah pada peta kerawanan cuaca Jabodetabek. Wilayah ini diprakirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus membahayakan keselamatan jiwa.
“Curah hujan sangat lebat hingga ekstrem berpotensi terjadi dalam durasi yang cukup lama, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” demikian pernyataan BMKG dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Ancaman cuaca ekstrem tidak hanya membayangi Jakarta dan Banten. Berdasarkan analisis BMKG, sejumlah wilayah penyangga ibu kota juga berada dalam kondisi berisiko tinggi. Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, serta Kabupaten Bogor ditetapkan dalam kategori “Siaga”.
Status tersebut menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana susulan, terutama di kawasan dengan sistem drainase buruk, daerah aliran sungai, serta wilayah perbukitan dan dataran rendah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera mengambil langkah antisipatif jika terjadi peningkatan intensitas hujan. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta menyiagakan sumber daya guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Dengan dinamika cuaca yang semakin ekstrem, BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama agar potensi bencana dapat diantisipasi sedini mungkin dan risiko terhadap keselamatan masyarakat dapat ditekan. []
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic