Jakarta, MINA — Sejumlah wilayah Kalimantan dan Papua berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, Rabu (12/8), meski sebagian besar wilayah berada dalam periode musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cakupan musim kemarau terus meluas di Indonesia. Namun, dinamika atmosfer regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Dalam prospek cuaca periode 11–17 Agustus 2026, BMKG mencatat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi secara lokal. Pada 7–9 Agustus, hujan tercatat mencapai 86 milimeter per hari di Papua, 22 milimeter per hari di Kalimantan Utara, dan 23 milimeter per hari di Papua Pegunungan.
Kondisi atmosfer yang dinamis dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan mendukung pembentukan awan hujan. Karena itu, hujan lebat masih berpeluang terjadi meskipun kondisi kering semakin mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
Peringatan dini BMKG mencakup potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah. Salah satu wilayah yang tercatat dalam peringatan dini adalah Aceh.
Selain potensi hujan, masyarakat juga perlu memperhatikan dampak kondisi kering yang semakin meluas. BMKG memprediksi curah hujan Agustus 2026 secara umum berada pada kategori rendah di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu mewaspadai dua kondisi secara bersamaan, yakni hujan lebat lokal dan dampak musim kemarau seperti kekeringan serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi cuaca ekstrem diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika terjadi pertumbuhan awan hitam, angin kencang, dan hujan deras. Pengguna kendaraan juga diminta berhati-hati karena hujan dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalan licin.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi. Perubahan kondisi atmosfer dapat berlangsung cepat sehingga informasi terbaru penting menjadi acuan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic