Pekanbaru, MINA – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Riau sejak Jumat malam (18/9) hingga Sabtu pagi (19/9), membantu menekan partikulat asap dan membuat kualitas udara Kota Pekanbaru kembali berada dalam kategori baik.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 9,9 mikrogram per meter kubik.
Kondisi tersebut menunjukan perbaikan setelah kualitas udara sebelumnya sempat memburuk akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana riau/">BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, hujan sangat membantu dalam membasahi lahan sekaligus menekan kemungkinan munculnya titik api baru.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
Menurutnya, membaiknya kualitas udara juga terlihat setelah hujan turun di sejumlah wilayah.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengurangi kewaspadaan meskipun hujan telah membantu meredakan asap. Lahan yang sebelumnya terbakar perlu terus dipantau untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi menyebut kondisi udara yang membaik menjadi kabar positif bagi masyarakat.
Namun, patroli dan pemantauan karhutla tetap dilakukan bersama berbagai pihak untuk mengantisipasi munculnya titik api.
BMKG memprakirakan riau/">cuaca Riau masih dinamis. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang, sementara hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Pekanbaru.
Hujan tersebut memberi dampak positif terhadap kualitas udara dan kondisi lahan di Riau. Meski demikian, kewaspadaan terhadap karhutla tetap diperlukan, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang sebelumnya mengalami kebakaran.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic