Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Imam Al-Aqsa: Tugas Imam Bukan Sekadar Memimpin Shalat

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 27 September 2026 - 03:37 WIB

Ahad, 27 September 2026 - 03:37 WIB

25 Views ㅤ

Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsa. (Jaridah Al-Quds)

Jakarta, MINA – Imam Masjid Al-Aqsa, Palestina, Syekh Muhammad Hussein, mengatakan tugas seorang imam tidak berhenti pada memimpin shalat, tetapi juga mencakup tanggung jawab membimbing umat, mempererat persaudaraan, dan menyampaikan pesan perdamaian.

“Risalah seorang imam adalah risalah yang agung, dan misinya mulia,” ujar Hussein dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9).

Menurut Hussein, tanggung jawab seorang imam berawal dari bimbingan spiritual kemudian menjangkau kehidupan masyarakat yang lebih luas.

Ia merujuk pada ajaran Al-Qur’an mengenai pentingnya bertutur kata baik serta menyeru manusia dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Hussein juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat tentang amanah yang dipikul seorang imam di tengah umat.

Amanah itu, kata Hussein, turut ia rasakan selama menjalankan tugas sebagai imam dan khatib di Masjid Al-Aqsa.

Ia menyebut pengabdiannya di masjid suci tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang dijalankan di tengah situasi Palestina.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Hussein mengatakan sejarah Islam menunjukkan bahwa fungsi masjid tidak terbatas sebagai tempat melaksanakan ibadah.

Ia mencontohkan Masjid Quba yang didirikan Nabi Muhammad SAW serta Masjid Nabawi di Madinah.

Menurutnya, Masjid Nabawi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan dan pendidikan umat serta tempat mempererat persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar.

“Risalah masjid itu sangat mendasar. Selain sebagai tempat ibadah, sepanjang sejarah masjid juga menjadi pusat kepemimpinan, pembelajaran, dan pembinaan umat,” kata Hussein.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Karena itu, menurutnya, peran imam juga berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di sekitar masjid. Imam memiliki tanggung jawab untuk membimbing umat agar nilai-nilai keislaman dapat diterapkan dalam kehidupan sosial.

Hussein menilai IGIC 2026 menjadi kesempatan bagi ulama dan imam dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman mengenai peran imam dalam membina masyarakat.

Salah satu persoalan yang perlu dibahas bersama, menurutnya, adalah kontribusi pemimpin agama dalam membangun perdamaian.

“Konferensi ini hadir pada saat yang tepat bagi para ulama dan imam untuk berkumpul di Indonesia, membahas peran risalah imam dalam mewujudkan perdamaian, tidak hanya di dunia Islam, tetapi juga secara global,” ujarnya.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Ia menilai peran tersebut semakin penting di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Muslim.

Menurutnya, para imam perlu terus memperkuat bimbingan spiritual sekaligus membangun persaudaraan dan kepedulian sosial.

Dalam perkembangan informasi mengenai kegiatan internasional, kehadiran forum keagamaan seperti IGIC juga mendapat perhatian luas, dengan 80 persen pembahasan yang diarahkan pada penguatan peran imam dalam membimbing umat, membangun persaudaraan, dan mendukung perdamaian global.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Rekomendasi untuk Anda