Jakarta, MINA – Indonesia dan Rusia menjajaki kerja sama dalam penguatan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, terutama dalam bidang digitalisasi, pengelolaan jemaah, pembiayaan, transportasi, dan pelayanan.
Penjajakan tersebut dibahas Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama delegasi Dewan Federasi Majelis Federal Rusia di Jakarta, Jumat (21/8).
Delegasi Rusia dipimpin Wakil Ketua Pertama Komite Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, dan Kebudayaan Dewan Federasi Rusia, Ilyas Magomed-Salamovich Umakhanov. Pertemuan turut dihadiri Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov serta perwakilan lembaga keagamaan Muslim Rusia.
Dalam pertemuan itu, Rusia menyatakan ketertarikannya mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola jemaah haji dalam jumlah besar. Indonesia memiliki kuota sekitar 221 ribu jemaah dengan lebih dari lima juta orang telah terdaftar sebagai calon jemaah haji.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Pengelolaan tersebut didukung Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), mulai dari pendaftaran, penerbitan nomor porsi hingga pengaturan antrean.
Rusia sendiri memiliki kuota sekitar 25 ribu jemaah haji. Sebagian besar jemaah Rusia berasal dari kawasan Kaukasus Utara, seperti Dagestan, Chechnya, Ingushetia dan Kabardino-Balkaria.
Luas wilayah Rusia menjadi salah satu tantangan dalam pengaturan transportasi dan koordinasi jemaah, sementara negara tersebut belum memiliki sistem antrean terintegrasi seperti yang diterapkan Indonesia.
Selain digitalisasi dan sistem antrean, kedua pihak membahas pengelolaan dana haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), pembiayaan operasional, transportasi serta pelayanan jemaah di Arab Saudi.
Tantangan lain seperti kenaikan harga penerbangan, fluktuasi harga avtur, kondisi ekonomi global, kebijakan layanan Arab Saudi dan hambatan transfer dana akibat dinamika hubungan internasional juga menjadi perhatian.
Menteri Haji dan Umrah menegaskan Indonesia terbuka berbagi pengalaman dalam pengelolaan haji. Pertemuan tersebut ditutup dengan undangan kepada Kementerian Haji dan Umrah untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia guna melihat kehidupan komunitas Muslim setempat sekaligus menindaklanjuti peluang kerja sama teknis kedua negara. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
















Mina Indonesia
Mina Arabic