Investor Inggris dan Belanda Minati Investasi Energi Terbarukan Senilai Rp 5,1 Triliun

Foto: alamendah.org
Foto: alamendah.org

Jakarta, 25 Jumadil Awwal 1437/4 Maret 2016 (MINA) – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, Investor asal Inggris dan Belanda menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia dengan nilai mencapai US$370 juta (setara dengan Rp5,1 triliun dengan kurs dolar AS Rp13.900).

“Investor yang bersangkutan berencana untuk melakukan penandatangan komitmen investasinya dengan mitra lokal atau dengan BUMN kelistrikan pada April mendatang,” kata Franky dalam keterangan resmi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Jumat (4/3).

Franky mengatakan, kantor perwakilan BKPM di London terlibat dalam memfasilitasi minat investasi yang disampaikan oleh perusahaan tersebut serta mempertemukan dengan calon mitra lokal berupa perusahaan Indonesia ataupun dengan BUMN kelistrikan di Indonesia.

“Minat investasi di pembangkit listrik diharapkan bisa segera direalisasikan, BKPM akan terus mendukung mulai dari proses perizinan hingga komersialisasi sehingga sesuai dengan komitmen kami untuk menyediakan end-to-end services,” kata Franky.

Ia menambahkan, minat investasi 370 juta tersebut diperoleh dari investor asal Inggris yang berencana untuk membangun 200 MW dengan nilai investasi US$ 250 juta, sementara investor asal Belanda juga berminat untuk mengikuti lelang Proyek Persampahan Legok Nangka, Provinsi Jawa Barat dengan perkiraan nilai investasi sekitar US$120 juta, yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada Maret ini.

Sementara Pejabat Promosi Investasi Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London Nurul Ichwan mengatakan, investor Belanda tersebut juga berminat melakukan investasi di bidang waste to energy dan mendukung konsep smart city di Indonesia.

“Mereka memiliki kapasitas secara teknologi dan memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur sampah menjadi energi di wilayah perbatasan Jerman dan Belanda. Sementara dari sisi finansial, investor tersebut didukung oleh beberapa perusahaan besar asal Belanda dan  perbankan asal Eropa,” kata Nurul.

Inggris dan Belanda masuk dalam tujuh negara Eropa yang menjadi prioritas pemasaran investasi BKPM. Merujuk data BKPM terkait dengan komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada bulan Januari 2016 mencapai Rp6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp670 miliar.

Kenaikan komitmen investasi Eropa tersebut melanjutkan trend positif tahun 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang tahun 2015 mengalami kenaikan 16% menjadi Rp37,3 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp32,2 triliun.

Mayoritas minat investasi dari negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Perancis mengalami pertumbuhan. Komitmen investasi dari beberapa negara Eropa pada Januari 2016 antara lain: Belanda sebesar Rp4,38 triliun, Inggris Rp1,12 triliun, Jerman Rp590 miliar, dan Perancis Rp123 miliar. (L/P010/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)