Teheran, MINA – Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru ditunjuk, mengancam akan menghalangi ekspor minyak melalui Teluk jika negara-negara kawasan turut serta dalam kampanye sanksi ekonomi baru AS terhadap Teheran.
Dalam pernyataannya kepada media pemerintah Iran, Rezaei mengatakan negara mana pun yang bergabung dengan langkah-langkah ekonomi Washington akan dianggap sebagai “musuh” oleh Teheran, memperingatkan bahwa Iran dapat merespons dengan mengganggu ekspor energi kawasan.
“Jika mereka memulai tindakan semacam itu, kami tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melintasi Teluk,” ujar Rezaei.
“Minyak tidak akan keluar melalui Selat Hormuz ataupun Teluk Persia,” tegasnya.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Menurut kantor berita Iran, Tasnim, Rezaei juga memperingatkan rute alternatif yang digunakan untuk mengangkut minyak di luar wilayah Teluk dapat menjadi sasaran jika konfrontasi meningkat.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pengumuman yang diperkirakan akan dilakukan Presiden AS Donald Trump mengenai sanksi ekonomi baru yang luas terhadap Iran.
Peringatan ini memunculkan kemungkinan gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz, sebuah jalur yang sangat strategis bagi pasokan energi global. Lalu lintas maritim di jalur perairan tersebut telah sangat terdampak oleh ketegangan antara AS dan Iran yang berlangsung selama berbulan-bulan serta serangan terhadap kapal-kapal komersial.[]
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic