Teheran, MINA – Pemerintah Iran mengecam keras aksi penodaan Masjid Al-Aqsa oleh sekelompok ekstremis Zionis yang dipimpin oleh seorang menteri dari pemerintahan Israel.
Kecaman ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei. Dikutip dari Almasry al-Youm, Rabu (15/4).
Dalam pernyataannya, Baghaei menggambarkan para pelaku sebagai “penjahat di dalam entitas Zionis”.
Ia menegaskan bahwa tindakan provokatif tersebut merupakan bagian dari pola kejahatan berkelanjutan Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Jumlah Tahanan Palestina di Penjara Israel Lampaui 9.600 Orang
Baghaei menyoroti bahwa tindakan Israel ini tidak bisa dipisahkan dari serangkaian kejahatan lain yang terus dilakukan oleh entitas Zionis, baik di Palestina yang diduduki, Lebanon, maupun negara-negara lain di kawasan Timur Tengah.
Dia juga menyerukan tindakan efektif oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan negara-negara Islam untuk menggagalkan langkah entitas apartheid Zionis terhadap identitas Islam dan historis Al-Quds Al-Sharif.
Aksi penodaan yang dimaksud terjadi ketika sekelompok ekstremis do kompleks Masjid Al-Aqsa meruakan tindakan yang melanggar kesucian tempat suci umat Islam tersebut.
Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama umat Islam dan merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. []
Baca Juga: Enam Bulan Gencatan Senjata Gaza: Israel Lakukan 2.400 Pelanggaran, Bunuh 754 Orang
MINA News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic