Teheran, MINA – Pemerintah Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran sebagai bentuk protes keras atas dugaan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.
Insiden tersebut menewaskan seorang awak kapal dan melukai beberapa lainnya, sekaligus memicu kekhawatiran bahwa rusia-ukraina/">konflik Rusia-Ukraina berpotensi meluas hingga melibatkan negara lain.
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan itu sebagai tindakan bermusuhan dan pelanggaran terhadap hukum internasional. Farsnews melaporkan, Ahad (26/7).
Dalam nota protes yang disampaikan kepada perwakilan diplomatik Ukraina, Teheran menegaskan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pemerintah Iran juga menilai serangan terhadap kapal sipil tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya ketentuan yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara.
Pemerintah Iran mengklaim kepemimpinan Ukraina telah mengakui operasi tersebut. Teheran menuduh Kyiv terus menunjukkan sikap permusuhan terhadap Iran, meskipun selama ini Iran menegaskan tidak menjadi pihak dalam perang Rusia-Ukraina.
Dugaan serangan itu disebut berlangsung di Laut Kaspia, jalur strategis yang selama ini menjadi rute penting perdagangan dan logistik kawasan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengonfirmasi adanya operasi jarak jauh yang menyasar kapal-kapal yang disebut digunakan untuk pengangkutan kargo militer di Laut Kaspia.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Dinas Keamanan Ukraina (SBU) juga menyatakan operasi tersebut menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut material bersanksi dan terkait kepentingan militer Rusia. Namun, klaim mengenai status kapal Iran dan rincian muatannya masih menjadi perdebatan di tengah perang informasi antara kedua pihak.
Insiden tersebut terjadi ketika ketegangan geopolitik di kawasan Eurasia dan Timur Tengah sama-sama meningkat. Dalam beberapa hari terakhir, Iran juga memperkuat koordinasi diplomatik dengan China dan Rusia menyusul meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic