Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Minta Negara Teluk Bersiap Hadapi Potensi Serangan Baru ke Iran Usai Pemilu Sela

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:27 WIB

25 Views ㅤ

Pangkalan Militer AS di kawasan Timur Tengah (foto: Ash-Shohab al-Arabi)

Washington, MINA – Amerika Serikat dilaporkan telah meminta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk agar bersiap menghadapi kemungkinan kampanye militer baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November 2026. Informasi itu dimuat harian The Wall Street Journal (WSJ), Selasa (27/10).

Pesan itu disebut disampaikan lewat jalur diplomatik dan militer. Washington juga dikabarkan memindahkan satu baterai pertahanan udara Patriot dari Texas ke Timur Tengah dan menarik pasukan dari pangkalan yang rentan terkena serangan balasan Iran.

Gedung Putih menolak mengonfirmasi rencana tersebut. Mereka enggan mengomentari “rencana militer sensitif” dan menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Presiden Donald Trump, yang disebut tetap membuka semua opsi agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Trump tidak menjawab tegas dan hanya mengatakan “segala kemungkinan bisa terjadi”. Sebelumnya, ia menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Laporan lain yang dikutip media menyebut pasukan AS tengah mengisi ulang stok amunisi serta menyiapkan pesawat pembom dan tempur. Satu kelompok tempur kapal induk tambahan dan satu unit ekspedisi Marinir diperkirakan bergabung dengan sekitar 20 kapal perang AS di Timur Tengah bulan depan.

Israel juga disebut telah menyusun rencana dan menentukan target sendiri. WSJ menyebut Trump belum memutuskan, tetapi cenderung memilih serangan besar ke infrastruktur dan situs nuklir Iran, sementara opsi kesepakatan dengan Teheran masih terbuka.

Peringatan itu mengingatkan Teluk pada eskalasi sebelumnya. Perang AS–Iran 2026 bermula dari serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari, yang dibalas Iran dengan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Iran kini mengancam akan menyasar fasilitas energi, bandara, dan jaringan pipa di kawasan jika diserang lagi. Kondisi itu membuat negara-negara Teluk dan pasar energi menunggu perkembangan setelah 3 November. []

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda