Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tegaskan Tak Ada Perundingan Baru dengan AS di New York

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 28 September 2026 - 17:03 WIB

Senin, 28 September 2026 - 17:03 WIB

27 Views ㅤ

tim presiden Iran untuk sidang umum PBB (foto: Fb)

New York, MINA — Iran menyatakan delegasinya yang menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York tidak memiliki agenda untuk menggelar putaran perundingan baru secara langsung dengan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan sumber yang dekat dengan delegasi Iran dan dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA, Senin (28/9).

Sumber tersebut mengatakan posisi dan usulan Iran telah disampaikan kepada Washington melalui mediator Qatar pada pekan sebelumnya.

Teheran kini menunggu tanggapan resmi AS melalui jalur mediasi tersebut, sehingga belum menjadwalkan pembicaraan baru di New York. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan kembali ke Iran pada Selasa (29/9) setelah menyelesaikan agenda diplomatiknya.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sikap itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dirinya memperkirakan pembicaraan dengan Iran dapat kembali berlangsung pekan ini. Namun, Trump juga menyatakan telah menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Proposal Teheran tersebut antara lain mengaitkan pembukaan Selat Hormuz dengan penghentian blokade terhadap pelabuhan Iran, pencabutan sanksi minyak serta pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Araghchi mengatakan Iran masih menunggu respons final Washington melalui mediator dan menyatakan jalur diplomasi tetap terbuka.

Sebelumnya, AS dan Iran memang telah melakukan kontak tidak langsung di sela-sela Sidang Umum PBB melalui mediator. Reuters melaporkan kedua pihak mengeksplorasi skema bertahap yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan langkah AS terkait blokade ekonomi terhadap Iran.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Meski belum ada agenda perundingan baru di New York, perkembangan tersebut menunjukkan jalur komunikasi antara Washington dan Teheran belum sepenuhnya tertutup.

Qatar terus berperan sebagai mediator, sementara Iran menegaskan setiap langkah lanjutan akan bergantung pada respons dan pemenuhan persyaratan yang telah disampaikan kepada pihak AS. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional